Gajahputihnews | Gayo Lues — Menjadi bagian dari Universitas Syiah Kuala (USK) merupakan sebuah kebanggaan bagi mahasiswa yang menempuh pendidikan di Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) USK Gayo Lues. Namun, di balik kebanggaan tersebut, masih terdapat sejumlah persoalan fasilitas yang menjadi catatan mahasiswa dalam menjalani proses perkuliahan.
Salah seorang mahasiswi PSDKU USK Gayo Lues, Varas Maini, menyampaikan aspirasi terkait kondisi fasilitas yang mendukung kegiatan akademik mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa tetap bersyukur dan bangga dapat menempuh pendidikan di lingkungan PSDKU USK Gayo Lues yang merupakan bagian dari Universitas Syiah Kuala. Namun, sebagai mahasiswa yang setiap hari mengikuti proses perkuliahan, terdapat sejumlah fasilitas yang dinilai masih perlu mendapatkan perhatian dan peningkatan.
Salah satu persoalan yang dirasakan adalah akses jaringan internet yang belum sepenuhnya lancar di lingkungan kampus. Pada sejumlah titik, mahasiswa masih harus mencari lokasi tertentu untuk memperoleh koneksi yang lebih memadai.
“Kami bersyukur dan bangga menjadi bagian dari USK. Tetapi dalam proses perkuliahan sehari-hari, masih ada beberapa fasilitas yang perlu diperhatikan, salah satunya jaringan internet,” ujar Varas.
Selain jaringan seluler, fasilitas WiFi kampus juga disebut belum stabil dan belum menjangkau seluruh ruang perkuliahan secara optimal.
Kondisi tersebut terkadang menjadi kendala ketika mahasiswa harus mengikuti kegiatan pembelajaran secara daring, seperti Zoom, melakukan absensi online, mengakses e-learning, maupun mengunduh dan mengunggah berbagai materi perkuliahan.
Menurut Varas, persoalan jaringan bukan sekadar masalah kenyamanan. Di tengah sistem pendidikan yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital, koneksi internet menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menunjang aktivitas akademik mahasiswa.
“Kadang ketika ada perkuliahan melalui Zoom atau harus mengakses e-learning, kami harus mencari tempat yang jaringannya lebih bagus. Ini tentu cukup mengganggu ketika sedang mengikuti proses pembelajaran,” katanya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat menjadi perhatian pihak terkait sehingga fasilitas pendukung kegiatan akademik di PSDKU USK Gayo Lues dapat terus dibenahi.
Mahasiswa, kata dia, tidak bermaksud membandingkan fasilitas PSDKU dengan kampus utama. Aspirasi tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa agar kualitas proses pendidikan di daerah juga terus mendapatkan perhatian.
“Harapan kami sederhana, fasilitas yang mendukung proses belajar bisa semakin baik. Kami ingin belajar dengan nyaman dan mendapatkan pelayanan akademik yang maksimal,” ujarnya.
PSDKU USK Gayo Lues sendiri memiliki posisi penting dalam membuka akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Gayo Lues dan wilayah sekitarnya. Karena itu, keberadaan fasilitas yang memadai dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas proses pendidikan dan memberikan pengalaman akademik yang setara bagi mahasiswa.
Aspirasi mahasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bersama. Persoalan fasilitas, khususnya jaringan internet dan WiFi, tentu membutuhkan solusi yang konkret agar tidak terus menjadi hambatan dalam aktivitas perkuliahan.
Di satu sisi, mahasiswa memiliki harapan besar terhadap keberadaan PSDKU USK Gayo Lues. Di sisi lain, masih terdapat pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.
Antara harapan dan kenyataan, suara mahasiswa hari ini pada dasarnya bukan sekadar keluhan, melainkan bagian dari upaya mendorong PSDKU USK Gayo Lues menjadi tempat pendidikan yang semakin baik, nyaman, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.
0 Komentar