Media:Gajahputihnews.com
Kamis, 25 September 2026

AMPERA Siapkan 100 Lebih Relawan, Dukung Suksesnya Muzakarah Sufi Internasional di Banda Aceh

GPN NEWS | BANDA ACEH — Persiapan pelaksanaan Muzakarah Sufi Internasional di Banda Aceh terus dimatangkan. Dukungan dari berbagai elemen masyarakat mulai menguat, salah satunya datang dari Angkatan Muda Pembaharuan Rakyat Aceh (AMPERA) Aceh yang menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I).

Muzakarah tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 di Aceh. Sejumlah pihak disebut tengah melakukan berbagai persiapan guna mendukung kelancaran agenda yang akan mempertemukan ulama dan peserta dari sejumlah daerah serta negara.4

Komitmen AMPERA disampaikan dalam rapat persiapan bertema “Siap Kita Sukseskan Bersama AMPERA dan MPTT-I di Kota Serambi Mekkah” yang berlangsung di Sekretariat MPTT-I, Jalan Prof. Ali Hasyimi, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Rabu (23/9/2026).

Ketua Panitia, Kamaruzzaman, mengajak seluruh relawan AMPERA untuk terlibat dalam berbagai tahapan persiapan. Ia berharap kolaborasi lintas elemen tersebut dapat memberikan dukungan terhadap suksesnya pelaksanaan kegiatan.

“Kita berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Kamaruzzaman.

Dalam pertemuan tersebut, Kamaruzzaman juga menyinggung adanya perbedaan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan tersebut perlu disikapi melalui ruang dialog dan pengajian yang terbuka sehingga komunikasi antarelemen masyarakat tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua Umum AMPERA Aceh, Parhadi Basyah, SE, menegaskan kesiapan organisasinya untuk memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Muzakarah Sufi Internasional.

“AMPERA siap menghadirkan lebih dari 100 anggota dari kabupaten/kota untuk membantu secara sukarela menyukseskan acara,” kata Parhadi.

Menurut Parhadi, keterlibatan relawan AMPERA merupakan bentuk dukungan terhadap pelaksanaan agenda internasional di Aceh sekaligus partisipasi masyarakat dalam menyambut para tamu dan peserta yang hadir.

Koordinator kegiatan, Zaini, menyampaikan apresiasi atas kehadiran peserta dalam rapat persiapan tersebut. Sejumlah masukan dan gagasan terkait pola kolaborasi AMPERA dan MPTT-I turut dibahas dalam pertemuan.

Rapat berlangsung secara terbuka dengan peserta menyampaikan pandangan dan masukan terkait persiapan kegiatan. Kolaborasi kedua pihak diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan Muzakarah Sufi Internasional, tetapi dapat berlanjut dalam kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Muzakarah Sufi Internasional sendiri bukan kali pertama menjadi agenda yang mendapat perhatian di Aceh

Pelaksanaan muzakarah internasional sebelumnya juga pernah menghadirkan ulama dari berbagai negara dan menjadi ruang silaturahmi serta pembahasan keilmuan tasawuf.

GPN NEWS | BANDA ACEH