Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Warga Belang Delem Kecewa Berat, Sawah Penghasil Pangan Penuh Sampah Diduga Dibuang Sengaja

Warga Belang Delem Kecewa Berat, Sawah Penghasil Pangan Penuh Sampah Diduga Dibuang Sengaja

 

ACEH TENGAH *gajahputihnews.com | — Buk Siti, pemilik sawah di Dusun II Desa Belang Delem, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, meluapkan kekecewaannya setelah lahan pertanian yang ia kelola tiba‑tiba penuh tumpukan sampah plastik, Rabu 18 Agustus 2026.

 

“Saat kemarin sore saya tinggalkan sawah ini masih bersih, tidak ada sampah sama sekali. Tapi pagi ini begitu datang—saya kaget, semuanya penuh sampah plastik berserakan di air dan pinggir petak. Seolah‑olah ada orang yang sengaja datang lalu membuangnya ke sini,” ungkap Buk Siti dengan nada sedih dan kecewa saat ditemui awak media langsung di lokasi.

 

Ia mencurigai perbuatan ini bukan kebetulan, melainkan bentuk tindakan balasan atau gangguan yang berkaitan dengan sengketa tanah yang sedang berlangsung. Sebelumnya, pemilik tanah telah mengirimkan surat resmi tertanggal 06 Juli dan 18 Agustus 2026 kepada Bupati serta Kapolres Aceh Tengah, meminta perlindungan hukum dan penegasan batas kepemilikan—karena lahan tersebut juga termasuk bagian dari Program Ketahanan Pangan.



Penderitaan Buk Siti makin berat, bukan sekadar sampah plastik yang dibuang sembarangan ke sawahnya: bibit padi yang sudah ia rawat berhari‑minggu, kemarin masih terlihat tumbuh segar, pagi ini habis mati rata—diduga sengaja disemprot racun/herbisida, tak sebatang pun tersisa hidup.

 

Di lokasi, Rabu 18 Agustus 2026, pemilik sawah di Dusun II Desa Belang Delem, Kecamatan Celala ini gemetar menahan sedih dan marah sambil menunjuk lahan:

 

“Kemarin sore saya pulang masih hijau, bibit mulai tumbuh bagus. Hari ini datang—saya mau pingsan! Semua layu, hitam, mati kering. Air keruh berubah warna, baunya aneh. Serta sampah berserakan di mana‑mana. Ini bukan kebetulan—ini dikerjakan orang yang tahu waktu dan cara, sengaja memusnahkan mata pencaharian saya!”


“Tanah ini sumber kehidupan kami, bahkan masuk program ketahanan pangan. Kalau terus begini, air jadi kotor, tanaman pasti mati. Siapa yang untung? Rakyat yang rugi,” tambah wanita yang sehari‑hari mengandalkan hasil sawah untuk menghidupi keluarganya ini. Buk Siti berharap aparat berwenang segera turun menyelidiki, memproses pelaku menurut hukum, serta menjamin keamanan warga agar hal serupa tidak terulang.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas pembuangan sampah tersebut. Awak media terus memantau perkembangan kasus ini.

 

(Laporan: Samsur Tim Liputan GPNews / Gajah Putih News)


0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com