GPN / Gayo Lues - Babinsa Koramil 09/Putri Betung, Sertu Hadi Kis, bersama personel BKO Batalyon TP 855/Raksaka Dharma dan masyarakat setempat kembali menggelar aksi gotong royong melanjutkan pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih di Dusun Reje Bujang, Desa Uning Pune, Senin (24/8).
Saat ini, progres pembangunan jembatan telah mencapai 68 persen. Pengerjaan hari ini difokuskan pada dua sektor utama:
Pemasangan Tiang Pylon/Tower: Memasang tiang pylon di atas pondasi tepi jauh yang pengecorannya telah mengering secara maksimal.
Pengecoran Penahan Sling: Melanjutkan proses pengecoran pada pondasi penahan sling (kabel baja) di area tepi jauh.
Pembangunan jembatan ini bertujuan untuk memulihkan akses vital warga dari pemukiman menuju lahan perkebunan. Sebelumnya, infrastruktur penyeberangan di wilayah ini rusak total akibat bencana alam hidrometeorologi berupa banjir luapan arus sungai beberapa tahun lalu.
Dengan hadirnya Jembatan Gantung Garuda Merah Putih, jarak tempuh warga menuju kebun terpangkas secara signifikan sehingga mempermudah pengangkutan hasil panen. Proyek ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk merawat fasilitas umum tersebut agar dapat dimanfaatkan hingga generasi mendatang.
Sertu Hadi Kis menegaskan bahwa aksi manunggal ini menjadi sarana mempererat hubungan antara prajurit dan warga. "Kemanunggalan TNI dan masyarakat terus meningkat. Melalui aksi nyata ini, kepercayaan masyarakat di wilayah pelosok terhadap perhatian pemerintah pusat pascabencana dapat terus terjaga," ujarnya.
Harapan besar turut dirasakan oleh warga Desa Uning Pune. Salah seorang perwakilan masyarakat mengungkapkan bahwa kemajuan pembangunan jembatan ini menjadi penawar duka pascabencana. "Terbangunnya jembatan ini mengobati rasa trauma kami akibat bencana hidrometeorologi lalu. Kami kembali bersemangat untuk bangkit dan meningkatkan perekonomian keluarga dari hasil perkebunan," tuturnya.
0 Komentar