Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Mengetuk Pintu Langit, Menyatukan Doa untuk Masa Depan Aceh


Oleh: Lynda, Az
Aktifis Majelis Pengajian Kota Banda Aceh

Dalam rangka pelaksanaan Munajat Zikir dan Doa “Mengetuk Pintu Langit: Doa Tolak Bala, Bela Nanggroe dan Syariat” yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, kegiatan yang digagas oleh para ulama, masyaikh, pemuda, organisasi kemasyarakatan, mahasiswa, serta elemen masyarakat Aceh ini diharapkan menjadi sebuah ikhtiar bersama untuk menatap masa depan Aceh yang lebih bermartabat, berdaulat, berkeadilan, makmur, dan sejahtera.

Berdasarkan hasil musyawarah dan konsolidasi yang dilakukan panitia secara maraton, seluruh persiapan terus dimatangkan. Dengan semangat kebersamaan dan niat yang tulus, insyaallah kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik, aman, tertib, dan sukses.

Kegiatan ini diharapkan tetap menjadi ruang bersama bagi seluruh elemen masyarakat Aceh. Tidak ada kepentingan yang perlu ditumpangi, apalagi upaya untuk mengembosi atau memelintir tujuan utama kegiatan. 

Semangat yang dibangun adalah semangat kebersamaan, doa, zikir, persaudaraan, serta ikhtiar untuk memohon pertolongan Allah SWT bagi kebaikan Aceh.

Dari berbagai informasi yang berkembang melalui media sosial dan berbagai platform digital, seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan YouTube, terlihat bahwa kegiatan ini mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai kalangan. 

Hal tersebut sekaligus menunjukkan adanya kerinduan masyarakat Aceh untuk bersama-sama bermunajat kepada Allah SWT, mengetuk pintu langit dengan lantunan zikir dan doa, memohon keselamatan, kedamaian, keberkahan, serta masa depan Aceh yang lebih baik.

Rakyat Aceh adalah masyarakat yang mencintai kedamaian. Sejarah telah menunjukkan bahwa perdamaian merupakan sesuatu yang sangat berharga bagi Aceh. 

Karena itu, tidak ada alasan bagi pihak mana pun untuk memperkeruh suasana. Perbedaan pandangan dan latar belakang hendaknya tidak menjadi penghalang untuk berkumpul dalam sebuah majelis doa yang dilandasi niat baik dan semangat persaudaraan.

Rakyat Aceh tidak sedang mencari pertentangan. Rakyat Aceh ingin mengetuk pintu langit dengan zikir dan doa, menadahkan tangan kepada Allah SWT, serta memohon agar Aceh senantiasa dijauhkan dari bencana, konflik, perpecahan, kemiskinan, ketidakadilan, dan berbagai persoalan yang dapat menghambat terwujudnya kesejahteraan masyarakat.

Dari informasi yang kami terima, berbagai tahapan persiapan kegiatan juga terus berjalan, termasuk administrasi kepanitiaan, koordinasi dengan pihak kepolisian, koordinasi dengan UPTD Masjid Raya Baiturrahman, serta penyampaian salinan tausiah dan koordinasi dengan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh. Semua proses tersebut diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan perundang-undangan merupakan prinsip penting yang harus dijunjung bersama. Sikap tertib dan taat aturan dari seluruh pemangku kepentingan, baik panitia maupun pemerintah dan aparat terkait, tentu menjadi hal yang sangat positif bagi kehidupan demokrasi dan pemerintahan di Aceh.

Undang-undang dan berbagai perangkat hukum negara dibuat untuk dilaksanakan, bukan untuk dipermainkan. 

Karena itu, setiap kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan keagamaan dan penyampaian aspirasi di ruang publik, harus tetap berada dalam koridor hukum, ketertiban, keamanan, serta penghormatan terhadap hak-hak masyarakat lainnya.

Dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara, kebebasan beragama, berkumpul, berserikat, dan menyampaikan pendapat di muka umum merupakan bagian dari prinsip demokrasi yang dijamin oleh konstitusi. 

Pasal 28E UUD 1945, antara lain, memberikan jaminan terhadap kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat. Sementara itu, Pasal 29 menegaskan bahwa negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa serta menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agama dan beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

Bagi Aceh, nilai-nilai tersebut memiliki konteks yang lebih khusus karena Aceh memiliki kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan peraturan perundang-undangan, termasuk penerapan Syariat Islam. 

Kekhususan tersebut hendaknya menjadi kekuatan moral sekaligus landasan untuk membangun kehidupan masyarakat yang damai, tertib, berkeadilan, dan bermartabat.

Karena itu, kegiatan Munajat Zikir dan Doa “Mengetuk Pintu Langit: Doa Tolak Bala, Bela Nanggroe dan Syariat” hendaknya dipandang sebagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan yang mengedepankan doa, zikir, persaudaraan, kedamaian, serta kecintaan terhadap Aceh.

Kegiatan ini bukan ruang untuk mempertajam perbedaan, apalagi menjadi arena kepentingan politik praktis. Jangan ada pihak yang mencoba memelintir atau menggeser substansi kegiatan dari tujuan awalnya. Mari kita jaga bersama agar suasana tetap sejuk, damai, tertib, dan penuh persaudaraan.

Secara pribadi, saya mengajak seluruh masyarakat Aceh, baik yang berada di Banda Aceh maupun yang datang dari berbagai kabupaten/kota, untuk bersama-sama menghadiri kegiatan ini. Mari kita dukung dengan keikhlasan sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui infak, sedekah, dukungan konsumsi, maupun kebutuhan logistik lainnya.

Kepada saudara-saudara kita yang datang dari berbagai daerah, mari kita sambut dengan penuh penghormatan dan perlakukan mereka sebagai saudara sendiri.

Mereka datang bukan untuk mencari pertentangan, melainkan untuk bersama-sama menadahkan tangan, melantunkan zikir dan doa, serta mengetuk pintu langit demi memohon masa depan Aceh yang lebih baik.

Mari kita satukan hati, satukan doa, dan satukan ikhtiar.

Semoga Allah SWT memberikan keberkahan, keselamatan, kedamaian, dan kemakmuran bagi seluruh rakyat Aceh. Semoga munajat yang dipanjatkan menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun Aceh yang lebih bermartabat, adil, sejahtera, dan diridhai Allah SWT.

Aceh damai, Aceh bermartabat, Aceh sejahtera. Dari bumi Serambi Mekkah, kita mengetuk pintu langit dengan doa.

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com