gajahputihnews.com || ACEH TAMIANG – 25 Juli 2026 – Nasib pilu dialami oleh Syofian (77 tahun), warga Dusun Kapung Duren, Desa Metro Jaya, Kabupaten Aceh Tamiang. Sudah sembilan bulan berlalu sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda wilayahnya, namun sampai hari ini bantuan Jaminan Kelangsungan Hidup (Jadup) yang seharusnya diterima belum juga cair. Padahal, ia sudah melapor dan menyerahkan seluruh data dirinya sejak awal kejadian.
Kronologi & Keluhan
Bencana yang terjadi menghancurkan tempat tinggal dan harta benda milik Kakek Sofian. Sejak saat itu, ia dan keluarga harus bertahan hidup dengan serba kekurangan. Berulang kali ia datang ke kantor Desa dan Dinas terkait di tingkat Kabupaten, namun jawaban yang selalu diterima hanya satu: "Tunggu Surat Keputusan (SK) nomor 6 ya Pak, harap bersabar."
"Sudah lama saya tunggu, sudah berkali-kali lapor, data KTP dan berkas lengkap sudah saya serahkan. Tapi sampai sekarang belum ada kepastian. Kami hidup seadanya, apa susahnya memberi hak kami yang sudah dijanjikan negara?" ujar Kakek Sofian dengan nada kecewa saat ditemui awak media.
Kekecewaan yang sama juga dirasakan oleh warga lain yang terdampak bencana. Mereka merasa seolah dilupakan setelah berita bencana selesai dibahas.
Pertanyaan Besar Masyarakat
Masyarakat bertanya:
1. Mengapa proses administrasi bisa berjalan sangat lambat hingga 9 bulan?
2. Apakah data warga yang benar-benar terdampak tidak menjadi prioritas?
3. Di mana komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan korban bencana?
Bantuan Jadup adalah hak warga yang dijamin negara, bukan pemberian semata. Penundaan yang tidak jelas alasan ini sangat merugikan, apalagi bagi lansia seperti Kakek Sofian yang sudah tidak lagi mampu bekerja keras.
Desakan Redaksi
Kami mendesak:
Dinas Sosial dan BPBD Aceh Tamiang segera periksa berkas Kakek Sofian dan warga lain, segera realisasikan bantuan yang menjadi hak mereka.
Jangan biarkan warga menderita lebih lama lagi karena alasan birokrasi yang berbelit.
Buka transparansi soal siapa saja yang sudah menerima bantuan dan yang belum, agar tidak ada penyimpangan.
Redaksi akan terus memantau kasus ini sampai keadilan dan hak warga terpenuhi.
Sumber: Laporan Langsung & Dokumentasi Lapangan
GAJAH PUTIH NEWS.COM
Pena bersuara mencerdaskan bangsa berani sesuai fakta


0 Komentar