Staf Khusus Gubernur Aceh Minta SKPA dan BUMD Hargai Perjuangan Tim Koalisi serta Relawan Mualem–Dek Fadh
GAJAHPUTIHNEWS.COM | BANDA ACEH – Staf Khusus Gubernur Aceh, Faisal Rizal Hasan, mengajak seluruh jajaran Satuan Kerja Pemerintah Aceh (SKPA) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di lingkungan Pemerintah Aceh untuk menghormati serta menghargai perjuangan tim koalisi dan para relawan yang berperan dalam kemenangan pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh) pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Aceh 2024.
Menurut Faisal, para relawan merupakan bagian penting dari perjalanan politik yang mengantarkan kepemimpinan Mualem–Dek Fadh. Mereka, kata dia, telah mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, bahkan sebagian harta benda demi memenangkan pasangan tersebut, sehingga layak memperoleh penghargaan atas dedikasi yang telah diberikan.
“Kami hanya meminta agar mereka dihargai. Dengan menghargai para tim dan relawan, itu artinya sudah sangat membantu Pak Gubernur (Mualem),” ujar Faisal, Rabu (30/7/2026).
Faisal yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Aceh Foundation menegaskan bahwa banyak relawan memiliki rekam jejak perjuangan yang panjang, mulai dari masa konflik Aceh hingga proses demokrasi pada Pilkada 2024. Menurutnya, sebagian besar dari mereka berjuang secara sukarela tanpa orientasi memperoleh jabatan di pemerintahan.
“Mereka hanya ingin pemerintahan di bawah kepemimpinan Mualem-Dek Fadh mampu menghadirkan kemakmuran bagi masyarakat Aceh. Mereka juga ingin bisa memenuhi kebutuhan keluarganya,” katanya.
Jabatan Merupakan Amanah
Faisal menilai keberhasilan pemerintahan saat ini tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para tim koalisi dan relawan yang bekerja di lapangan selama proses politik berlangsung. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pejabat agar tidak melupakan proses perjuangan yang menjadi bagian dari lahirnya pemerintahan saat ini.
“Para SKPA yang sedang menjabat adalah buah dari perjuangan tim koalisi dan para relawan yang tidak pernah mengharapkan menjadi SKPA. Yang mereka inginkan adalah kemakmuran bagi seluruh rakyat Aceh,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa setiap jabatan merupakan amanah yang bersifat sementara sehingga tidak sepatutnya melahirkan sikap arogan maupun merasa lebih tinggi dari pihak lain.
“Jangan menyombongkan diri dengan jabatan yang ada. Jabatan itu hanya titipan dari Sang Pencipta. Belajarlah menghargai orang lain jika ingin dihargai, dan jangan melukai orang-orang yang telah berjuang dengan ikhlas,” tegas Faisal.
Ajakan Menjaga Kebersamaan
Faisal juga mengungkapkan bahwa selama masa kampanye tidak sedikit relawan yang berada di garis terdepan menyosialisasikan visi dan komitmen politik pasangan Mualem–Dek Fadh kepada masyarakat. Bahkan, menurutnya, sebagian di antara mereka harus menanggung beban ekonomi, termasuk utang pribadi, sebagai konsekuensi dari perjuangan politik tersebut.
Karena itu, ia mengajak seluruh unsur pemerintahan untuk menjaga semangat kebersamaan, saling menghormati, serta mengedepankan rasa empati terhadap mereka yang telah berkontribusi dalam proses demokrasi.
“Mari saling menghargai walaupun berbeda profesi. Kesabaran dan keikhlasan orang-orang yang merasa terzalimi jangan sampai berbalik menjadi akibat dari keangkuhan kita yang menganggap jabatan sebagai warisan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Faisal sebagai bentuk ajakan agar seluruh elemen pemerintahan tetap menjaga hubungan yang harmonis dengan para relawan dan tim koalisi, sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam mendukung jalannya pemerintahan demi terwujudnya pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

0 Komentar