Terangun | GPN Seputar Gayo – Komitmen membina generasi muda melalui olahraga terus ditunjukkan oleh guru olahraga SDN 4 Terangun, Pak Along, yang secara konsisten mengembangkan pembinaan atlet wushu bagi para siswa. Program latihan yang dilaksanakan secara rutin ini menjadi langkah nyata dalam membangun karakter sekaligus melahirkan bibit atlet berprestasi sejak usia dini.
Latihan wushu digelar setiap Senin, Rabu, dan Sabtu mulai pukul 16.00 WIB di halaman SDN 4 Terangun. Kegiatan tersebut diikuti puluhan siswa dari kelas III hingga kelas VI dengan penuh semangat. Materi latihan meliputi teknik dasar wushu, seperti kuda-kuda, pukulan, tendangan, bantingan, serta pembinaan fisik dan mental.
Pak Along mengatakan, pembinaan ini tidak hanya berfokus pada kemampuan bela diri, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, sportivitas, serta rasa percaya diri kepada para peserta didik.
"Melalui wushu, anak-anak belajar disiplin, fokus, menghormati guru dan teman, serta memiliki mental yang kuat. Harapan saya, dari SDN 4 Terangun akan lahir atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Gayo Lues di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional," ujar Pak Along.
Kepala SDN 4 Terangun, Sahar, S.Pd.SD, mengapresiasi dedikasi Pak Along dalam membina para siswa. Menurutnya, kehadiran pembinaan wushu menjadi nilai tambah bagi sekolah karena mampu membentuk karakter peserta didik sekaligus membuka peluang meraih prestasi di bidang olahraga.
"Kami sangat mendukung kegiatan ini. Semoga pembinaan wushu dapat menjadi ekstrakurikuler unggulan yang terus berkembang dan melahirkan atlet-atlet muda yang membanggakan sekolah maupun daerah," katanya.
Dukungan juga datang dari para orang tua siswa. Mereka menilai latihan wushu memberikan dampak positif terhadap perkembangan anak, baik dari segi kesehatan, kedisiplinan, maupun pembentukan karakter, sehingga waktu luang anak dimanfaatkan untuk kegiatan yang bermanfaat.
Keberhasilan pembinaan ini bukan tanpa bukti.
Sasana yang dibina Pak Along sebelumnya telah melahirkan sejumlah atlet berprestasi yang mampu bersaing hingga tingkat nasional. Bahkan, beberapa atlet binaannya saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan di Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Aceh, sebagai wadah pembinaan atlet muda berbakat.
Dengan latihan yang terjadwal, dukungan penuh dari pihak sekolah, serta antusiasme orang tua dan siswa, pembinaan wushu di SDN 4 Terangun diharapkan terus berkembang sebagai salah satu pusat pembinaan atlet usia dini di Kabupaten Gayo Lues.
Redaksi Seputar Gayo menilai pembinaan olahraga sejak usia sekolah dasar merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang sehat, berkarakter, dan berprestasi. Konsistensi para pembina, dukungan sekolah, serta peran aktif orang tua menjadi fondasi penting dalam melahirkan atlet-atlet masa depan yang mampu mengharumkan nama daerah di berbagai tingkat kejuaraan.
Semoga pembinaan ini terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk membina potensi siswa melalui olahraga yang positif dan berprestasi.
0 Komentar