![]() |
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto memimpin uji naskah III sekaligus mengesahkan Dokrin TNI “Perisai Trisula Nusantara” Editorial redaksi Gajahputihnews.com Junaidi Ulka |
Pengesahan doktrin baru tersebut menjadi bagian dari langkah strategis TNI dalam memperkuat sistem pertahanan negara di tengah perubahan lingkungan keamanan global yang semakin dinamis.
Doktrin “Perisai Trisula Nusantara” disusun sebagai pedoman utama penyelenggaraan operasi militer yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi serta karakter peperangan modern yang terus berkembang.
Dalam arahannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Dankodiklat TNI beserta seluruh tim penyusun atas selesainya penyusunan doktrin tersebut.
Menurutnya, dinamika konflik di berbagai belahan dunia telah menunjukkan perubahan signifikan dalam pola peperangan sehingga membutuhkan penyesuaian konsep, strategi, dan tata cara operasi militer Indonesia.
“Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama. Saya mengucapkan terima kasih kepada Dankodiklat beserta tim penyusun yang telah merumuskan Doktrin Perisai Trisula Nusantara,” ujar Agus Subiyanto.
Ia menjelaskan, peperangan modern kini tidak lagi didominasi oleh kekuatan konvensional semata, tetapi telah berkembang dengan pemanfaatan berbagai teknologi mutakhir seperti rudal jarak jauh, pesawat nirawak (drone), drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik (electronic warfare), operasi siber, hingga perang informasi yang dilaksanakan secara terpadu.
Kondisi tersebut menuntut TNI untuk terus melakukan transformasi agar tetap memiliki kemampuan pertahanan yang relevan dan efektif.
“Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini,” tegas Panglima TNI.
Perubahan doktrin ini juga sejalan dengan arah modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), peningkatan kualitas sumber daya manusia prajurit, serta penguatan interoperabilitas antarmatra guna menghadapi berbagai bentuk ancaman multidimensi, baik yang bersifat militer maupun nonmiliter.
Pada kesempatan yang sama, Panglima TNI juga meresmikan sejumlah fasilitas pendukung di lingkungan Kodiklat TNI, antara lain Workshop Drone dan Artificial Intelligence (AI), Stadion Tri Matra, lahan aplikasi ketahanan pangan, serta ruang makan siswa Perwira Prajurit Karier (Pa PK).
Seluruh peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan fasilitas tersebut.
Pembangunan berbagai fasilitas itu merupakan bagian dari komitmen TNI dalam memperkuat pembinaan personel, meningkatkan penguasaan teknologi pertahanan berbasis kecerdasan buatan dan sistem nirawak, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi TNI menjadi institusi pertahanan yang modern, adaptif, profesional, serta siap menghadapi tantangan keamanan nasional dan dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

0 Komentar