Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Menjemput Harapan dari Ujung Barat Indonesia: Menggali Potensi Wisata, Perikanan, Perkebunan, Sejarah hingga Ekonomi Kerakyatan | GPN NEWS

BREAKING : GAJAH PUTIH NEWS 

Silaturahmi di Gampong Keuneukai, Menjemput Harapan dari Ujung Barat Indonesia: Menggali Potensi Wisata, Perikanan, Perkebunan, Sejarah hingga Ekonomi Kerakyatan

      MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
WILAYAH SABANG (PULAU WEH-ACEH)
        REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH 

SABANG | 24 JULI 2026 | GPN NEWS – Di balik semilir angin laut yang berembus lembut dan deburan ombak di pesisir Gampong Keuneukai, Kecamatan Sukamakmue, Kota Sabang, tersimpan sebuah kawasan yang tidak hanya kaya akan keindahan alam, tetapi juga menyimpan harapan besar bagi masa depan ekonomi masyarakat.

Suasana hangat terasa saat Kepala Biro GPN Wilayah Sabang bersilaturahmi bersama Keuchik Gampong Keuneukai, tokoh masyarakat, serta warga setempat di sebuah warung kopi sederhana yang menghadap langsung ke kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nelayan Keuneukai.

Pertemuan yang berlangsung penuh keakraban itu bukan sekadar ajang menikmati secangkir kopi di tepi pantai, melainkan menjadi ruang dialog yang membahas arah pembangunan gampong, menggali potensi daerah, serta menyerap aspirasi masyarakat demi mewujudkan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Sejak memasuki kawasan Keuneukai, hamparan pasir putih, laut biru yang tenang, rindangnya pepohonan pesisir, serta aktivitas para nelayan yang bersiap melaut menghadirkan panorama yang memikat. Keindahan alam yang masih alami tersebut menjadi bukti bahwa Keuneukai memiliki modal besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Sabang.

Dalam perbincangan tersebut, Keuchik Gampong Keuneukai, Mahyudin menjelaskan bahwa gampong yang dipimpinnya dihuni lebih dari seribu jiwa. Sebagian besar masyarakat menggantungkan kehidupan pada sektor perikanan, perkebunan, dan berbagai usaha mikro yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Selain dikenal sebagai kampung nelayan, masyarakat Keuneukai juga mengelola perkebunan cengkeh, kelapa, pinang, serta berbagai tanaman produktif lainnya yang menjadi penopang ekonomi keluarga. Perkebunan rakyat tersebut bukan sekadar sumber penghasilan, tetapi juga menjadi identitas dan warisan budaya yang terus dijaga.

Sementara itu, sektor perikanan menjadi denyut utama kehidupan masyarakat pesisir. Setiap sore, kawasan TPI Nelayan Keuneukai dipenuhi aktivitas para nelayan yang kembali dari laut membawa hasil tangkapan ikan segar. Menjelang petang, warga dari berbagai penjuru Kota Sabang berdatangan untuk membeli ikan langsung dari nelayan.

Pemandangan yang paling membanggakan justru terlihat ketika azan Magrib berkumandang. Seluruh aktivitas jual beli dihentikan sejenak. Para nelayan, pedagang, maupun pembeli meninggalkan kesibukan mereka untuk menunaikan salat berjamaah. Usai ibadah, aktivitas kembali berlangsung seperti biasa. Nilai religius tersebut menjadi cerminan kuatnya budaya dan karakter masyarakat Keuneukai yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam di tengah aktivitas ekonomi.

Keuchik juga mengungkapkan bahwa kawasan TPI Nelayan Keuneukai menyimpan potensi wisata yang luar biasa. Selain memiliki Pantai Pasir Putih yang eksotis, kawasan ini juga dihiasi panorama pesisir yang memukau, taman pantai yang asri, hingga Benteng Jepang yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa di ujung barat Indonesia.
Tidak hanya itu, media diajak meninjau langsung kolam air panas alami yang berada tidak jauh dari kawasan TPI. Airnya yang jernih dan hangat masih dimanfaatkan masyarakat untuk mandi maupun berendam. Keberadaan sumber air panas alami tersebut menjadi salah satu kekayaan alam yang sangat potensial dikembangkan sebagai wisata kesehatan berbasis alam.

Di kawasan pelabuhan nelayan juga masih terdapat sebuah kapal bantuan pemerintah yang kini tidak lagi beroperasi. Berdasarkan penjelasan Keuchik, kapal tersebut merupakan bantuan pada masa Menteri Kelautan dan Perikanan RI dijabat Susi Pudjiastuti. Pemerintah gampong berharap aset tersebut suatu saat dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Keuneukai juga menunjukkan kemandirian yang patut diapresiasi melalui sistem penyediaan air bersih yang dikelola langsung oleh pemerintah gampong. Dengan memanfaatkan sumber mata air, mesin pompa, dan jaringan distribusi mandiri, masyarakat tidak sepenuhnya bergantung pada layanan PDAM.

Hebatnya lagi, setiap kepala keluarga hanya dikenakan iuran sekitar Rp10.000 per bulan sebagai biaya operasional dan perawatan. Program tersebut menjadi contoh nyata semangat gotong royong serta kemandirian masyarakat dalam menghadirkan pelayanan dasar yang murah, efektif, dan berkelanjutan.

Diskusi kemudian berkembang membahas berbagai program strategis, mulai dari penguatan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG), pengembangan Koperasi Merah Putih, peningkatan kualitas pendidikan, pelestarian adat dan budaya Aceh, pemberdayaan generasi muda, hingga pembinaan akhlak masyarakat sebagai fondasi utama pembangunan.

Keuchik menegaskan bahwa selama ini pemerintah gampong terus melakukan berbagai upaya dengan sistem jemput bola kepada Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga pemerintah pusat guna memperoleh dukungan bagi pengembangan sektor wisata, perikanan, dan ekonomi masyarakat.

"Kami tidak ingin hanya membangun untuk hari ini. Kami sedang menyiapkan masa depan Gampong Keuneukai. Potensi wisata, perikanan, perkebunan, sejarah, dan budaya yang kami miliki sangat besar. Pemerintah gampong siap bekerja keras, namun kami juga membutuhkan dukungan nyata dari Pemerintah Kota Sabang, Pemerintah Aceh, hingga Pemerintah Pusat agar seluruh potensi ini benar-benar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujar Keuchik.

Dari hasil silaturahmi tersebut, terlihat jelas bahwa Gampong Keuneukai memiliki semua unsur untuk berkembang menjadi kawasan wisata terpadu berbasis pesisir, sejarah, budaya, dan ekonomi kerakyatan. Keindahan pantai, kehidupan nelayan yang autentik, kolam air panas alami, Benteng Jepang, perkebunan rakyat, serta kuatnya budaya gotong royong merupakan kekuatan yang jarang dimiliki daerah lain.

Bagi insan pers, silaturahmi ini menjadi bagian dari komitmen untuk hadir di tengah masyarakat, mendengar langsung aspirasi warga, sekaligus mengangkat potensi daerah agar dikenal lebih luas di tingkat nasional bahkan internasional.

Dengan promosi yang tepat, dukungan investasi yang berkelanjutan, serta sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat, Gampong Keuneukai diyakini mampu tumbuh sebagai salah satu ikon wisata dan pusat ekonomi pesisir yang membanggakan Kota Sabang—gerbang wisata di titik paling barat Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Karena sesungguhnya, membangun sebuah gampong bukan hanya tentang menghadirkan jalan, bangunan, dan fasilitas. Lebih dari itu, pembangunan adalah menghadirkan harapan, menjaga warisan alam dan sejarah, memperkuat ekonomi rakyat, serta mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

"Mengabarkan Fakta, Mengawal Pembangunan, Mengangkat Potensi Daerah. Dari Ujung Barat Indonesia untuk Indonesia dan Dunia."

-Reporter/Pers GPN Sabang News Oleh Kabiro : MJ Eric Karno 
-Sumber/Rilis/Photo : Kepala Biro Sabang 
-RedaksiDaerah : GajahPutihNews.com

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com