Breaking News

Ketua LSM KOREK Aceh Desak APH Usut Dugaan Korupsi Revitalisasi SD Pulo Piku Istiqomah

Aceh Tenggara | GajahPutihNews – Ketua LSM KOREK Aceh, Irwansyah Putra, melontarkan kritik keras terhadap pelaksanaan Program Revitalisasi SD Pulo Piku Istiqomah yang dinilai sarat kejanggalan dan diduga tidak dikerjakan sesuai standar teknis maupun pengawasan yang semestinya.

Menurut Irwansyah, hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan memunculkan tanda tanya besar terkait kualitas pembangunan yang menggunakan anggaran negara tersebut. Ia menilai sejumlah bagian bangunan terkesan dikerjakan asal jadi sehingga menimbulkan dugaan kuat adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

"Kami menduga kuat pekerjaan revitalisasi SD Pulo Piku Istiqomah tidak mendapat pengawasan maksimal. Hasil pekerjaan yang terlihat di lapangan terkesan asal jadi dan jauh dari harapan masyarakat. Ini harus menjadi perhatian serius aparat penegak hukum," tegas Irwansyah Putra kepada wartawan, Rabu (3/6/2026).

Ia menegaskan bahwa proyek pendidikan yang bersumber dari uang rakyat tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa kontrol dan pengawasan yang ketat. Menurutnya, setiap rupiah anggaran negara harus dapat dipertanggungjawabkan demi menjamin kualitas sarana pendidikan bagi para siswa.

Karena itu, LSM KOREK Aceh mendesak pihak Kepolisian dan Kejaksaan Aceh Tenggara segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut.
"Kami meminta Kepolisian dan Kejaksaan Aceh Tenggara mengusut tuntas dugaan penyimpangan yang berindikasi korupsi pada proyek revitalisasi SD Pulo Piku Istiqomah. Jangan sampai anggaran pendidikan yang seharusnya dinikmati siswa justru diduga disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu," ujarnya.

Lebih lanjut, Irwansyah menilai apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka tindakan itu bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mencederai dunia pendidikan dan mengorbankan hak siswa untuk memperoleh fasilitas belajar yang layak, aman, dan berkualitas.

Selain menyoroti kualitas bangunan, LSM KOREK Aceh juga menemukan dugaan fasilitas WC sekolah tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat indikasi bahwa pekerjaan revitalisasi tidak dilaksanakan secara maksimal sesuai perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

"Masyarakat berhak mengetahui bagaimana proyek ini dilaksanakan, siapa yang bertanggung jawab, berapa besar anggaran yang digunakan, dan apakah pekerjaan sudah sesuai spesifikasi. Transparansi harus dibuka kepada publik," tambahnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi atas berbagai dugaan yang disampaikan Ketua LSM KOREK Aceh tersebut. Sementara itu, masyarakat berharap aparat penegak hukum segera melakukan audit dan pemeriksaan guna memastikan tidak ada praktik penyimpangan dalam penggunaan anggaran revitalisasi sekolah tersebut.

(Riko Andalas) 
© Copyright 2022 - gajah putih News.com