Breaking News

Kesbangpol Aceh Tengah Gelar Sosialisasi Etika Politik, Dorong Masyarakat Berdemokrasi Sehat.


TAKENGON – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Aceh Tengah menggelar Sosialisasi Pendidikan dan Etika Politik Masyarakat. Yang bertempat di Op Room Setdakab Aceh Tengah.yang dimulai pukul.09:00  Kegiatan ini bertujuan membangun budaya politik beretika guna meningkatkan kualitas demokrasi di daerah, Kamis 11 Juni 2026.


Sosialisasi yang berlangsung di Takengon ini dihadiri unsur Forkopimda, Perwakilan Partai politik,tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, dan perwakilan ormas. Narasumber menekankan pentingnya politik santun, anti hoaks, dan anti politik uang.


Kepala Badan Kesbangpol Aceh Tengah dalam sambutannya menyampaikan, demokrasi yang kuat berawal dari masyarakat yang memahami etika politik. “Politik bukan sekadar perebutan kekuasaan, tapi pengabdian untuk rakyat. Mari kita bangun budaya politik yang bermartabat, menghargai perbedaan, dan menjaga persatuan,” ujarnya.


Nara sumber Dr.Irwansyah M.Pd. Memaparkan kepada Peserta sosialisasi diajak berdiskusi interaktif terkait peran masyarakat dalam pemilu damai, pengawasan politik, dan menangkal berita bohong. Kesbangpol berharap setelah kegiatan ini lahir agen-agen anti politik uang di setiap desa-desa 


Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk mewujudkan demokrasi berkualitas di Kabupaten Aceh Tengah. Diharapkan etika politik yang baik dapat menekan konflik horizontal jelang agenda politik nasional maupun daerah.


Nara sumber Dr.Irwansyah M.Pd. Memaparkan kepada Peserta yang hadir dari perwakilan partai politik ,tokoh masyarakat,dan organisasi kemasyarakatan Membangun Etika Dan Budaya Politik Dalam Islam Etika Berpolitik perspektif Islam,Prinsip dasar, Akhlak Yang wajib dimiliki politisi Muslim,Politik Sebagai kenabian Nabi-nabi di utus bukan untuk ibadah ritual  Tetapi Kehidupan sosial,Praktik politik Nabi Yusuf AS Pejabat negara yang sukses memimpin mesir saat krisis, Pelajaran politik Buat hari ini.


Politik Islam Bukan Hanya Ritual, Tapi Etika dan Amanah Sosial"


Dr. Irwansyah, M.Pd. memaparkan materi “Membangun Etika dan Budaya Politik dalam Islam” di hadapan peserta yang terdiri dari perwakilan partai politik, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan, Kamis pagi.


Dalam pemaparannya, Dr. Irwansyah menekankan bahwa etika berpolitik dalam perspektif Islam tidak terpisah dari nilai-nilai kenabian. 


Poin-poin utama yang disampaikan:

• Prinsip Dasar Politik Islam  

Politik dalam Islam berlandaskan tauhid, keadilan, musyawarah, amanah, dan maslahat umat. Kekuasaan dipandang sebagai alat untuk menegakkan kebenaran dan melayani masyarakat, bukan tujuan pribadi.  


• Akhlak Wajib Politisi Muslim  


Dr. Irwansyah menyebut ada 4 akhlak utama yang harus melekat:   

1. Shiddiq - Jujur dan transparan kepada rakyat   

2. Amanah - Menjaga kepercayaan publik dan tidak korupsi   

3. Tabligh - Menyampaikan kebenaran meski tidak populer  

4. Fathanah - Cerdas dan profesional dalam mengambil kebijakan    


• Politik Sebagai Warisan Kenabian  

“Nabi-nabi diutus bukan hanya untuk ibadah ritual, tetapi untuk menata kehidupan sosial,” tegasnya. Politik adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar di ranah publik.  


• Praktik Politik Nabi Yusuf AS  

Sebagai contoh, Dr. Irwansyah mengangkat kisah Nabi Yusuf AS yang sukses memimpin Mesir saat krisis pangan. Kunci keberhasilannya:  

1. Integritas, menolak korupsi meski punya kuasa penuh atas lumbung negara   

2. Kompetensi, ahli manajemen dan perencanaan jangka panjang   

3. Visi sosial: kebijakan dibuat untuk menyelamatkan seluruh rakyat, bukan golongan   


“Pelajaran politik buat hari ini, krisis butuh pemimpin yang jujur, cakap, dan berpihak pada rakyat kecil. Bukan yang hanya pandai retorika,” ujarnya.


Penulis :Tim Redaksi 

Sumber: Kesbangpol Aceh tengah 

© Copyright 2022 - gajah putih News.com