![]() |
By Redaksi GPN NEWS Senin, 29 Juni 2028 Oleh: JM. Saiful, SE., MM Kandidat Doktor Ilmu Politik dan Sosial Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Wakil Ketua DPP Partai Gerakan Rakyat |
BANDA ACEH – Kabar membanggakan datang dari keluarga Kepala BNN Provinsi Aceh, Brigjen Pol. Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si. Putranya, Muhammad Habiburrahman, berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz bil ghaib atau di luar kepala.
Pencapaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Tasmi’ul Qur’an yang berlangsung di PPTQ Baiturrahman Vilanpuri, Masjid Baiturrahman, pada 27–28 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Muhammad Habiburrahman memperdengarkan hafalan Al-Qur’an secara utuh sebagai bagian dari proses pengujian dan validasi hafalan yang telah ditempuh melalui pendidikan, pembinaan, serta murojaah secara berkelanjutan.
Wakil Ketua DPP Partai Gerakan Rakyat, JM. Saiful, menyampaikan ucapan selamat dan doa atas keberhasilan tersebut.
Ia berharap ilmu yang telah diraih Muhammad Habiburrahman senantiasa membawa keberkahan dan menjadi pedoman dalam kehidupan.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan atas ilmu yang telah diraih Muhammad Habiburrahman dan menjadikannya bermanfaat bagi agama, keluarga, masyarakat, serta bangsa,” ujar JM. Saiful.
Menurutnya, keberhasilan menghafal Al-Qur’an 30 juz merupakan prestasi yang luar biasa dan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh.
“Menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 juz bukan sekadar capaian keagamaan, melainkan bukti kesungguhan, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menjaga kalamullah di dalam hati,” katanya.
JM. Saiful yang juga kandidat doktor Ilmu Politik dan Sosial Universitas Syiah Kuala menilai bahwa proses menjadi seorang hafiz Al-Qur’an membutuhkan komitmen tinggi, konsistensi dalam menjaga hafalan, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan yang baik.
Ia menambahkan, keberhasilan Muhammad Habiburrahman menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari pencapaian akademik maupun karier, tetapi juga dari prestasi di bidang keagamaan dan pembentukan karakter.
“Nilai-nilai Al-Qur’an harus menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujarnya.
Pelaksanaan Tasmi’ul Qur’an di PPTQ Baiturrahman Vilanpuri juga dinilai menjadi momentum syiar Islam yang dapat memotivasi para santri dan masyarakat untuk semakin mencintai, menghafal, serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut diharapkan mampu melahirkan lebih banyak hafiz dan hafizah yang kelak menjadi penerang bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.
Selain itu, para penghafal Al-Qur’an diharapkan menjadi teladan dalam membangun kehidupan sosial yang religius, berakhlak, dan terbebas dari berbagai pengaruh negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba.
Dalam pesannya, JM. Saiful juga menyampaikan harapan agar hafalan Al-Qur’an yang telah diraih dapat terus dijaga dan diamalkan.
“Al-Qur’an telah terjaga dalam hatimu, semoga ia juga selalu hidup dalam amalmu dan menjadi penuntun di dunia serta penerang di akhirat,” tuturnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga hafalan Al-Qur’an tidak hanya sebatas mengingat setiap ayat, tetapi juga mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, para hafiz diharapkan mampu memberikan manfaat bagi sesama dan berkontribusi dalam membangun masyarakat Aceh yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Harapan
Semoga keberhasilan Muhammad Habiburrahman menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh untuk semakin mencintai Al-Qur’an, memperkuat pendidikan keagamaan, serta menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa.

1 Komentar
Luar biasa alhamdulillah.....
BalasHapus