Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

ISG Group dan PEMA Bangun Pabrik Baja Ringan di KIA Ladong, Dorong Industri dan Buka Lapangan Kerja di Aceh

Penandatanganan kerja sama antara PT Aceh Global Steel, anak perusahaan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group, dengan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), PT Pembangunan Aceh (PEMA)

Editor redaksi: Ali Gondrong 
Kamis, 25: Juni 2025

ACEH BESARUpaya memperkuat sektor industri dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah terus dilakukan di Aceh. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT Aceh Global Steel, anak perusahaan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group, dengan Badan Usaha Milik Aceh (BUMA), PT Pembangunan Aceh (PEMA), untuk pembangunan pabrik baja ringan di Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kabupaten Aceh Besar.

Investasi industri manufaktur tersebut dinilai menjadi momentum penting dalam mendorong hilirisasi industri material konstruksi di Aceh sekaligus memperkuat kemandirian daerah dalam penyediaan bahan bangunan.

Direktur Utama PT Aceh Global Steel, Irwansyah Putra, mengatakan pembangunan pabrik tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan material baja ringan di Aceh yang terus mengalami pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Lonjakan permintaan tersebut antara lain dipicu oleh berbagai proyek rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, termasuk pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir di Aceh.

Direktur Pengembangan Bisnis PT PEMA, Faisal Ilyas, menjelaskan bahwa kebutuhan material konstruksi untuk mendukung pembangunan pascabencana saat ini cukup tinggi. Selain itu, sektor perumahan komersial dan pembangunan residensial juga terus berkembang.

“Kebutuhan pembangunan hunian sementara dan hunian tetap pascabencana sangat tinggi. Di sisi lain, kebutuhan reguler untuk pembangunan perumahan dan sektor properti juga terus meningkat,” ujarnya dalam penandatanganan perjanjian kerja sama beberapa waktu lalu.

Kehadiran pabrik baja ringan di KIA Ladong diharapkan mampu mempersingkat rantai distribusi material yang selama ini masih bergantung pada pasokan dari luar Aceh. Dengan demikian, masyarakat dan pelaku usaha konstruksi dapat memperoleh produk dengan harga yang lebih kompetitif dan pasokan yang lebih stabil.

Irwansyah menegaskan, investasi tersebut tidak hanya berorientasi pada bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendukung pembangunan ekonomi daerah.

“Kami hadir untuk memastikan ketersediaan material konstruksi secara berkelanjutan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat Aceh,” katanya.

Selain fokus pada penyediaan bahan bangunan, PT Aceh Global Steel juga membuka ruang kolaborasi dengan kalangan akademisi dan sumber daya manusia lokal guna mendukung pengembangan industri di Aceh.

Investasi ini diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah, mulai dari meningkatnya aktivitas industri, tumbuhnya sektor pendukung, hingga terciptanya lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kehadiran kami di Aceh bukan hanya membantu ketersediaan bahan baku konstruksi, tetapi juga berkomitmen mendukung Pemerintah Aceh dalam menciptakan lapangan kerja bagi generasi muda dan menggerakkan roda perekonomian melalui sektor industri. Insyaallah pabrik ini ditargetkan mulai berdiri pada akhir 2026,” ujar Irwansyah.

Pembangunan pabrik baja ringan di Kawasan Industri Aceh Ladong juga diharapkan menjadi pemantik masuknya investasi baru ke Aceh, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di kawasan barat Indonesia.

PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group sendiri merupakan perusahaan manufaktur material bangunan yang bergerak di bidang produksi baja ringan dan berbagai produk konstruksi berkualitas tinggi yang digunakan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dan sektor properti di Indonesia.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com