Breaking News

Ibunda Abu Sultan, Istri Alm Usman Peulanteu Meninggal Dunia

ACEH BARAT - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un telah berpulang Keramahtullah Cut Intan di usia (70) tahun menurupakan salah seorang yang memiliki garis Keturunan Sultan Malikussaleh Kerajaan Samudera Pasai. Kamis 04/06/2026. pukul 06.20.WIB.


Kepergian Cut Intan, Istri Alm Abu H. Muhammad Usman Nurul Fauzi (Teuga) Peulanteu, Ulama Sufi Aceh Barat meninggalkan tujuh orang laki-laki – satu orang wanita, sebagai mana di ketahui Ananda Alm ke semuanya memiliki rekam jejak sosok Abu Usman Alim Ulama Sufi Aceh bersaja memiliki Kharisma yang bersaja.


Cut Intan lebih dikenal sebutan Nyakmi menghembus nafas terakhir dirumah kediaman Abu Sultan Pimpinan Dayah Darul Makmur Gunong Me'u, Kecamatan Bubon, Aceh Barat secara tiba -tiba,

 

Informasipun beredar secara meluas ratusan masyarakat dari berbagai daerah mendatangi rumah duka padati halaman dayah, usai solat magrib Bersama Alm di bawa pulang kerumah sendiri untuk proses pemandian digampong cot Lawang Meulaboh, Aceh barat.


Sekira pukul 03.39. WIB singgah di masjid Dayah Dayul Makmur Gunong Meu’eh untuk di sholatkan lalu di lanjutkan untuk pemakamkan dari Gunong Meu’eh - Peulanteu dengn jarak tempuh sekira 3.Km tempat istirahatan terakhir di tempat pemakaman keluarga dengan di iringi selawat dan zikir harukan masyakat.


Adapun prosesi pemakaman Cut Intan tepanya di samping kuburan Alm Abu Usman suaminya sosok pencetus Mesjid 1000 tiang di Peulanteu, bersebelahan dengan dayah Abu Muda/Abu raja, adik kandung Abu Sultan Zulkaini selesai Jumat malam pukul 05.23. WIB. 


Juru bicara Abu Sultan Nahda Rusman membenarkan bahwa sanya ibunda Abu Sultan telah berpulang kerahmatullah kamis menjelang magrib, atas kepergian beliau secara tiba-tiba tentunya duka yang mendalam pimpinan Dayah Darul Makmur, Abu Sultan segenab sekeluarganya, 


Antara lain masyarakat, santri /wati serta para Alim Ulama terkemuka di meulaboh, Aceh barat. Katanya. “Kepergiannya Nyakmi meninggalkan kesan yang luar biasa seolah-olah beliau sudah tahu  dalam waktu dekat Allah akan memanggilnya, oleh karena itu, Nyakmi tunaikan ibadah Qurban satu sapi disembelih pada pertama Hari Raya Idul Adha 1447 H/ 2026 M sebelum ajal tiba.” Ujar Nahda.


Tidak hanya itu kata Nahda. Menjelang persiapan menyambut 1 (satu) Muharram 2026, kamis malam beliau juga mengadakan kenduri bersama khususan untuk abu Usman serta kepada keluarganya, 


Disore hari sekira pukul 06.00. Nyakmi merasa tidak enak badan, tidak lama kemudian tiba-tiba beliau menghembus nafas terakhir menjelang magrib. Terang Nahda.


Nahda juga menyebutkan. kepergiannya tentu mengisakan duka mendalam seluruh sanak keluarga besar Abu Usman Peulanteu sosok Ulama Kharismatik Aceh pendiri masjid 1000 Tiang peradapan dunia di akhir zaman dengan kondisi sekarang ini masih dalam proses pembangunan butuhkan bantuan donator untuk menyelesaikan masjid tersebut. tutup Nahda Rusman. (DK).

© Copyright 2022 - gajah putih News.com