BANDA ACEH – Kepolisian Daerah (Polda) Aceh memasuki babak baru kepemimpinan setelah Brigjen Pol. Ruddi Setiawan resmi dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh.
Penunjukan tersebut merupakan bagian dari kebijakan mutasi di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), menggantikan Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah yang memasuki masa purnabakti.
Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat profesionalisme Polri, meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Provinsi Aceh.
Brigjen Pol. Ruddi Setiawan merupakan perwira tinggi Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1996 yang memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse kriminal, pemberantasan narkotika, intelijen, hingga penelitian dan pengembangan kebijakan kepolisian.
“Berbekal pengalaman tersebut, ia dinilai memiliki kapasitas yang mumpuni untuk menghadapi berbagai tantangan keamanan yang berkembang di Aceh.”
Lahir pada 24 September 1974, Ruddi Setiawan mengawali pendidikan di Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara.
Latar belakang tersebut dinilai menjadi nilai tambah karena memberikan pemahaman terhadap karakteristik sosial, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Aceh, yang sangat penting dalam membangun pendekatan kepolisian yang humanis dan berorientasi pada pelayanan.
Sepanjang kariernya, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan telah menduduki berbagai jabatan strategis, di antaranya Kapolsek Metro Penjaringan, Kapolres Badung, Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kapolresta Denpasar, Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh, Direktur Intelijen Badan Narkotika Nasional (BNN), Direktur Narkotika BNN, hingga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan (Kapuslitbang) Polri sebelum dipercaya memimpin Polda Aceh.
Pengalamannya saat menjabat Direktur Reserse Narkoba Polda Aceh menjadi salah satu catatan penting dalam perjalanan kariernya. Saat itu, ia berhasil memimpin pengungkapan sejumlah jaringan peredaran narkotika berskala nasional dan lintas provinsi.
Pengabdian di lingkungan BNN juga semakin memperkuat kompetensinya dalam merumuskan strategi pemberantasan narkotika yang efektif, mengingat Aceh masih menjadi salah satu wilayah yang menghadapi tantangan serius terkait penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.
Selain penguatan penegakan hukum, masyarakat juga menaruh harapan agar kepemimpinan Brigjen Pol. Ruddi Setiawan mampu memperkuat implementasi konsep Presisi Polri melalui pelayanan publik yang cepat, transparan, akuntabel, serta penegakan hukum yang profesional, proporsional, dan berkeadilan.
Pengamat kepolisian menilai tantangan yang akan dihadapi Kapolda Aceh ke depan tidak hanya berkaitan dengan penanganan tindak pidana konvensional, tetapi juga penguatan keamanan siber, pencegahan radikalisme, pemberantasan narkotika, pengamanan investasi, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif sebagai fondasi pembangunan daerah.
Kehadiran Brigjen Pol. Ruddi Setiawan di pucuk pimpinan Polda Aceh juga diharapkan mampu mempererat sinergi antara Polri dengan Pemerintah Aceh, TNI, Forkopimda, ulama, tokoh adat, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat.
Kolaborasi tersebut menjadi faktor penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan dan mendukung percepatan pembangunan di Bumi Serambi Mekkah.
Dengan pengalaman yang luas, integritas, serta kepemimpinan yang telah teruji di berbagai penugasan strategis, Brigjen Pol. Ruddi Setiawan diharapkan mampu membawa Polda Aceh semakin profesional, modern, dan terpercaya.
Kepemimpinan baru ini sekaligus menjadi harapan baru bagi terwujudnya situasi Aceh yang aman, damai, kondusif, serta memberikan rasa keadilan dan perlindungan hukum bagi seluruh lapisan masyarakat. (jnd.uk)

0 Komentar