Banda Aceh, 8 Juni 2026 – Ketua Umum Yayasan Anjungan Perdamaian dan Persaudaraan (AMPERA), Parhamdi Basyah, SE (BARRA), meminta Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat agar pengelolaan minyak dan gas dari Blok South Andaman tidak hanya berorientasi pada kepentingan pusat, tetapi juga memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh.
Menurut Parhamdi Basyah, terbitnya Surat Keputusan Gubernur Aceh tentang Pembentukan Tim Teknis Plan of Development (POD) Blok South Andaman Mubadala Energy menunjukkan bahwa Pemerintah Aceh memiliki peran penting dalam mengawal masa depan sektor energi di Aceh. Oleh karena itu, hasil kekayaan alam yang berada di wilayah Aceh harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami dari AMPERA yang hadir di 23 kabupaten/kota se-Aceh meminta agar minyak dan gas Blok Andaman tidak seluruhnya dibawa ke Jakarta tanpa memberikan dampak nyata bagi rakyat Aceh. Kekayaan alam ini harus menjadi sumber kemajuan daerah, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi masyarakat, dan memperkuat pembangunan Aceh," tegas Parhamdi Basyah.
AMPERA menilai bahwa Aceh selama ini telah banyak memberikan kontribusi sumber daya alam bagi negara. Karena itu, pembangunan industri hilirisasi, pengolahan energi, pelatihan tenaga kerja lokal, serta keterlibatan putra-putri Aceh dalam pengelolaan sektor migas harus menjadi prioritas utama.
Selain itu, AMPERA juga meminta Pemerintah Aceh untuk memperjuangkan porsi yang adil bagi daerah dalam setiap kebijakan pengelolaan Blok South Andaman, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan oleh pemerintah pusat dan perusahaan pengelola, tetapi juga oleh masyarakat yang hidup di sekitar wilayah Aceh.
"Rakyat Aceh tidak ingin menjadi penonton di tanah sendiri. Kami mendukung investasi dan pembangunan sektor energi, namun harus disertai komitmen yang jelas untuk kesejahteraan rakyat Aceh, penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan daerah, serta pembangunan industri yang berkelanjutan," tambahnya.
AMPERA berharap sinergi antara Pemerintah Aceh, Pemerintah Pusat, perusahaan pengelola, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat dapat menghasilkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. Dengan demikian, potensi besar Blok South Andaman dapat menjadi tonggak kebangkitan ekonomi Aceh dan warisan kesejahteraan bagi generasi mendatang.
Parhamdi Basyah, SE (BARRA)
Ketua Umum Yayasan Anjungan Perdamaian dan Persaudaraan (AMPERA)
"Aceh Maju, Rakyat Sejahtera, Kekayaan Alam untuk Kemakmuran Bersama."

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor