Breaking News

TKI Asal Sumatra Utara di Kamboja Minta Dipulangkan, Mengaku Jadi Korban Eksploitasi Kerja

Phnom Penh, Kamboja | GajahPutihNews, Sabtu, 30 Mei 2026 - Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatra Utara meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk dipulangkan ke tanah air setelah mengaku menjadi korban eksploitasi kerja di Kamboja.Tiga Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Sumatra Utara meminta bantuan pemerintah Indonesia untuk dipulangkan ke tanah air setelah mengaku menjadi korban eksploitasi kerja di Kamboja.

Ketiga WNI tersebut masing-masing bernama Kiki Chandra, Eka Nurjannah, dan Heni Sabella. Mereka mengaku berangkat ke Kamboja setelah mendapatkan tawaran pekerjaan di sebuah restoran dengan iming-iming penghasilan yang menjanjikan.

Namun, setibanya di Kamboja, mereka mengaku tidak ditempatkan sesuai pekerjaan yang dijanjikan. Mereka mengaku dipaksa bekerja di perusahaan yang menjalankan aktivitas scam online atau penipuan daring dengan target tertentu yang harus dipenuhi.

Menurut pengakuan mereka, pekerja yang tidak mampu mencapai target akan dikenakan berbagai sanksi, mulai dari pemotongan gaji hingga hukuman fisik. Mereka juga mengaku mengalami intimidasi dan tindakan kekerasan selama bekerja.

"Kami datang ke Kamboja karena dijanjikan bekerja di restoran. Setelah sampai, kami justru dipaksa bekerja sebagai operator scam online. Jika target tidak tercapai, kami dihukum dan gaji dipotong," ungkap mereka dalam permohonan bantuan yang disampaikan kepada pemerintah Indonesia.

Selain itu, ketiganya mengaku paspor mereka dibawa atau ditahan oleh pihak perusahaan sehingga menyulitkan mereka untuk meninggalkan tempat kerja dan kembali ke Indonesia.

Melalui permohonan tersebut, mereka berharap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh serta pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sumatra Utara dapat memberikan perlindungan dan memfasilitasi proses pemulangan mereka ke Indonesia.

Kasus dugaan eksploitasi terhadap WNI di Kamboja dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya terus menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat diimbau untuk berhati-hati terhadap tawaran pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji tinggi tanpa melalui prosedur resmi penempatan tenaga kerja.

Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan yang disebutkan dalam pengakuan tersebut. Informasi yang beredar masih berdasarkan keterangan para WNI yang meminta bantuan pemulangan ke tanah air.


(Hermanto) 
© Copyright 2022 - gajah putih News.com