Aksi gotong royong ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Babinsa Koramil 09/Putri Betung yang dipimpin oleh Serma Zulhendri, personel Bataliyon TP 855/Raksaka Dharma, serta personel Batalyon Zipur 16/Dhika Anoraga.
Jembatan gantung perintis ini merupakan urat nadi penting bagi masyarakat setempat. Perbaikan dilakukan secara menyeluruh pada bagian-bagian jembatan yang sudah mengalami kerusakan agar aman saat ddilalu Akses Utama Menuju Perkebunan
Tujuan utama dari rehab jembatan gantung ini adalah untuk memulihkan dan memperlancar akses aktivitas harian warga. Selama ini, jembatan tersebut menjadi jalur krusial yang menghubungkan area pemukiman penduduk menuju lahan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat Desa Marpunge.
"Kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat adalah untuk menjadi solusi. Perbaikan jembatan ini sangat mendesak karena menyangkut keselamatan dan roda ekonomi warga yang setiap hari harus pergi ke kebun," ujar Serma Zulhendri di sela-sela kegiatan.
Harapan yang Ingin Dicapai
Melalui kegiatan rehabilitasi jembatan ini, ada beberapa harapan besar yang ingin dicapai:
Peningkatan Ekonomi: Dengan akses jalan yang kembali lancar dan aman, warga dapat mengangkut hasil bumi dari perkebunan ke pasar dengan lebih cepat dan efisien, sehingga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal.
Keselamatan Warga Terjamin: Menghilangkan rasa was-was warga, terutama anak-anak dan petani yang kerap melintasi jembatan gantung tersebut.
Hubungan Humanis TNI-Rakyat: Memperkokoh kemanunggalan TNI dan rakyat, sekaligus merawat budaya gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
Masyarakat Desa Marpunge menyambut antusias dan menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh personel TNI yang terlibat, karena telah peduli dan turun langsung membantu kesulitan warga di lapangan.
Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor