Breaking News

Refleksi Hari Lahir Pancasila 2026, Hj. Andi Nirwana Sebbu: Persatuan Bangsa Harus Tetap Menjadi Prioritas Utama


JAKARTA
,  – Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni kembali menjadi pengingat penting bagi seluruh rakyat Indonesia untuk menjaga persatuan, memperkuat toleransi, dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut disampaikan Hj. Andi Nirwana Sebbu, Anggota DPD RI Periode 2019–2024 dari Sulawesi Tenggara (Sultra), dalam wawancara khusus bersama media ini, Senin (1/6/2026).


Menurutnya, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum refleksi kebangsaan untuk mengingat kembali jati diri Indonesia sebagai bangsa yang dibangun di atas semangat persatuan, gotong royong, keadilan, dan kemanusiaan.


“Pancasila adalah rumah besar yang mempersatukan seluruh anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, budaya maupun latar belakang sosial. Karena itu, nilai-nilai Pancasila harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Andi Nirwana Sebbu.


Andi menilai, peringatan Hari Lahir Pancasila sangat layak dimaknai sebagai momentum yang sakral dan penuh makna. Kesakralan tersebut tidak hanya tercermin melalui upacara atau seremoni, tetapi juga melalui kesadaran masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata.


“Pancasila jangan hanya dibaca atau dihafalkan. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilainya diwujudkan dalam sikap toleransi, gotong royong, menghormati sesama, dan menjaga persatuan bangsa,” katanya.


Dalam kesempatan itu, Andi Nirwana Sebbu juga memberikan perhatian khusus kepada generasi muda sebagai penerus bangsa. Menurutnya, anak muda memiliki peran strategis dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai Pancasila di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.


Anggota DPD RI periode 2019 - 2024 mengajak generasi muda untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan serta terus menumbuhkan kepedulian sosial, integritas, dan rasa cinta tanah air.


“Menjaga Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal lima sila. Nilai-nilai itu harus diwujudkan dalam tindakan nyata, menghormati perbedaan, membangun kepedulian sosial, dan memperkuat semangat gotong royong,” tegasnya.


Terkait perkembangan era digital, Andi Nirwana Sebbu mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, ruang digital dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, namun juga berpotensi menjadi media penyebaran hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian apabila tidak digunakan secara bertanggung jawab.


Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk membiasakan budaya “saring sebelum sharing” serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan informasi positif dan mempererat persaudaraan antarsesama anak bangsa.


Lebih lanjut, ia menilai tantangan terbesar dalam menjaga ideologi Pancasila saat ini adalah meningkatnya sikap individualisme dan apatisme terhadap persoalan kebangsaan. Selain itu, pengaruh budaya asing yang tidak sejalan dengan karakter bangsa juga perlu diantisipasi melalui pendidikan karakter dan penguatan wawasan kebangsaan.


“Pendidikan Pancasila sangat penting karena tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk karakter generasi muda agar memiliki moral, etika, kepedulian sosial, dan rasa cinta terhadap Indonesia,” ujarnya.


Meski demikian, Andi Nirwana Sebbu optimistis kondisi persatuan bangsa Indonesia masih kuat. Ia menilai masyarakat Indonesia memiliki modal sosial yang besar berupa budaya gotong royong, rasa kekeluargaan, dan semangat kebersamaan yang telah mengakar sejak lama.


“Perbedaan pendapat dalam demokrasi adalah hal yang wajar. Namun jangan sampai perbedaan berubah menjadi permusuhan dan perpecahan. Seluruh elemen bangsa harus terus menjaga persatuan dan tidak mudah diadu domba oleh kepentingan tertentu,” katanya.


Menutup pernyataannya, Andi Nirwana Sebbu berharap peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 dapat menjadi momentum bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam membangun bangsa.


“Semoga Allah SWT senantiasa menjaga Indonesia, menyatukan hati seluruh anak bangsa, menghadirkan pemimpin-pemimpin yang amanah, serta menjadikan Pancasila benar-benar hidup dalam perilaku masyarakat sehari-hari. Dirgahayu Pancasila, Jayalah Indonesiaku,” pungkasnya. (Ir Marwan)

© Copyright 2022 - gajah putih News.com