Breaking News

PWI dan Polri Targetkan 10 Ribu Wartawan Ikuti UKW, Perkuat Profesionalisme Pers Nasional

Ahmad Munir, Direktur Utama Perum LKBN ANTARA - Ketua umum PWI Pusat 

Media: Gajahputihnews.com
Jum'at, 22 April 2026
Pewarta: Junaidi Ulka 

Polri Targetkan 10 Ribu Wartawan Ikuti UKW, Perkuat Profesionalisme Pers Nasional

JAKARTA | GPNEWS — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menargetkan sebanyak 10 ribu wartawan di seluruh Indonesia mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas dan profesionalisme insan pers nasional.

Program kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) media sekaligus mendukung pelaksanaan amanat Undang-Undang Pers agar penyampaian informasi publik berjalan profesional, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, mengatakan kerja sama dengan Mabes Polri saat ini tengah difinalisasi melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Kami akan bekerja sama dengan Mabes Polri untuk bersama-sama meningkatkan kualitas SDM, khususnya wartawan, melalui pelaksanaan uji kompetensi bersama,” ujar Akhmad Munir, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, implementasi awal program UKW kolaboratif tersebut telah dijalankan oleh Polda Metro Jaya dengan melibatkan sekitar 100 wartawan di wilayah hukumnya.

Untuk memastikan pelaksanaan program berjalan efektif secara nasional, PWI dan Mabes Polri dijadwalkan menggelar rapat lanjutan pada Jumat (22/5/2026). Pertemuan itu akan membahas mekanisme teknis, kuota peserta di daerah, hingga tahapan pelaksanaan UKW secara bertahap di seluruh Indonesia.

Akhmad Munir menegaskan seluruh pembiayaan pelaksanaan UKW dalam program tersebut akan ditanggung melalui anggaran kepolisian. Setiap daerah nantinya akan memperoleh kuota peserta sesuai kebutuhan dan kesiapan masing-masing wilayah.

Selain mendorong peningkatan kompetensi wartawan, sinergi PWI dan Polri juga dinilai menjadi langkah penting dalam memperkuat perlindungan terhadap kerja-kerja jurnalistik di tengah tantangan era digital dan maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi.

Melalui program ini, insan pers diharapkan semakin mampu menghasilkan karya jurnalistik yang profesional, kredibel, serta menjunjung tinggi prinsip keberimbangan dan etika pers dalam menyampaikan informasi kepada publik.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com