Berita

📰 Berita Terbaru

Cari Berita Ini

Breaking News

Pasien Keluhkan Kelangkaan Obat Rawat Jalan di RSUDZA, Diminta Ada Sidak dan Solusi Cepat


Redaksi: Gajahputihmews.com
Selasa, 19 Mei 2026
Oleh: Ali Gondrong 

Pasien Keluhkan Kelangkaan Obat Rawat Jalan di RSUDZA, Diminta Ada Sidak dan Solusi Cepat

BANDA ACEH – Ketersediaan obat bagi pasien rawat jalan di RSUD Zainoel Abidin dilaporkan mengalami kekurangan dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini dikeluhkan sejumlah pasien karena beberapa jenis obat yang diresepkan dokter disebut tidak tersedia di bagian apotek rumah sakit.

Keluhan tersebut disampaikan salah seorang pasien pada Selasa (19/5/2026). Pasien yang enggan disebutkan namanya mengaku rutin menjalani pemeriksaan setiap hari Selasa dan selalu menebus resep obat di apotek rumah sakit. Namun, obat yang dibutuhkan kerap tidak tersedia.

“Saya setiap hari Selasa kontrol dan mengambil obat sesuai resep dokter. Tetapi saat ke apotek, petugas selalu mengatakan obatnya tidak ada, sehingga saya terpaksa membeli obat di luar,” ujarnya kepada awak media.

Pasien berharap persoalan kelangkaan obat tersebut segera mendapat perhatian serius dari pihak manajemen rumah sakit maupun instansi terkait. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus berlarut-larut karena dapat berdampak pada proses pengobatan pasien.

Awak media hingga pukul 17:27 WIB sore 19/5 terus mencoba menghubungi pihak terkait untuk mengklarifikasi fenomena ini, tetapi sampai saat ini Direktur RSUDZA Dr. Muhazar, SKM., M.Kes. nomor yang dituju belum tersambung. 

Kekosongan obat dalam jangka waktu yang lama dinilai dapat menghambat pelayanan kesehatan dan menimbulkan keresahan masyarakat seperti saat ini yang terjadi ada menunggu obat satu hingga dua bulan. 

Oleh karena itu, pihak terkait diminta segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) guna memastikan penyebab kelangkaan obat serta mencari solusi agar kebutuhan pasien tetap terpenuhi.

Sebagai rumah sakit rujukan milik pemerintah di Aceh, pelayanan kesehatan di RSUDZA diharapkan tetap berjalan optimal, termasuk dalam menjamin ketersediaan obat bagi pasien rawat jalan maupun rawat inap. 

Pemerintah dan manajemen rumah sakit juga diminta segera mengambil langkah konkret dan strategis karena ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat.

Ketika pemerintah Aceh melalui Gubernur H. Muzakir Manaf mencabut Pergub Nomo 2 Tahun 2026, seyog-jianya RSUDZA harus menjadi contoh dalam pelaksanaan pelayanan tersebut, ungkap masyarakat yang sampai saat ini berita dirilis belum mendapatkan obat yang telah berminggu-minggu mereka tunggu.

Mereka menginginkan dan mengingatkan agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan hal serupa tidak terus berulang dan tidak merugikan masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.

0 Komentar

© Copyright 2022 - gajah putih News.com