Menurut Abu Rawang, keputusan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Muallem adalah pemimpin yang mendengar suara rakyat kecil serta memahami kebutuhan masyarakat Aceh, khususnya warga miskin dan masyarakat di pelosok desa yang sangat bergantung pada pelayanan kesehatan gratis.
“Kami dari keluarga besar Santri Muallem Aceh merasa bangga dan terharu atas kebijakan yang diambil oleh Bapak Muallem. Pencabutan Pergub ini menunjukkan kepedulian beliau terhadap rakyat kecil yang sangat membutuhkan akses kesehatan tanpa beban biaya,” ujar Abu Rawang.
Ia menegaskan bahwa program JKA selama ini telah menjadi harapan besar bagi masyarakat Aceh dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak. Oleh sebab itu, langkah cepat dan bijaksana yang diambil Muallem dinilai sebagai bentuk cinta dan keberpihakan kepada rakyat.
“Kami masyarakat kecil dari pelosok desa mengucapkan ribuan terima kasih kepada Muallem. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, serta keberkahan dalam memimpin Aceh menuju daerah yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tambahnya.
Abu Rawang juga mengajak seluruh elemen masyarakat Aceh untuk terus menjaga persatuan, mendukung program pemerintah, serta bersama-sama mengawal kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.
“Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang hadir untuk rakyatnya. Hari ini masyarakat Aceh kembali merasakan bahwa Muallem selalu bersama rakyat dan tidak pernah menutup telinga terhadap aspirasi masyarakat,” tutupnya.

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor