Breaking News

Jejak Kasih Di Bumi Mina


Takengon - SAIR: PESAN AGUNG IDUL ADHA – KORBAN, TAQWA, DAN SYUKUR

Judul : Jejak Kasih Di Bumi Mina

Datanglah hari raya penuh berkah dan cahaya,
Hati bergetar menyambut datangnya panggilan Ilahi,
Bukan sekadar daging yang terhidang di meja,
Namun makna dalam: pengorbanan yang murni dan suci.
 
Idul Adha mengajar kita makna ketakwaan,
Menundukkan jiwa di hadapan Sang Pencipta,
Bersyukur nikmat yang mengalir tak terbilang,
Menyerahkan apa yang dicinta demi yang Maha Esa.
 
Kisah agung terpahat dalam lembaran sejarah,
Nabi Ibrahim, kekasih Allah yang teguh imannya,
Diuji dengan perintah yang berat dan besar,
Menyerahkan putra tercinta, buah hati jiwa raga.
 
Bukan benci, bukan dendam yang ada di dada,
Melainkan cinta dan taat yang tak terhingga,
"Wahai anakku, aku bermimpi disuruh menyembelihmu,"
Ucap ayah, penuh air mata namun tegas percaya.
 
Lalu menjawab Ismail dengan jiwa yang besar,
"Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintah Tuhan,
Engkau akan temui aku insya Allah termasuk orang yang sabar,"
Begitu ketaatan anak, tunduk pada kehendak langit yang terang.
 
Di sana terlihat indah peran seorang anak,
Tak menolak, tak mengeluh, meski nyawa jadi taruhan,
Taat buta pada Allah, hormat tinggi pada ayah,
Jiwa ksatria muda, beriman kokoh tak bergerak sedikit pun.
 
Dan di sisi lain, ada hati wanita yang perkasa,
Siti Hajar, ibu mulia, pendamping setia hidup Ibrahim,
Menerima takdir dengan tabah dan hati yang tenang,
Tak berdayung amarah, tak berkeluh kesah di dada.
 
Ia pun ikut merasakan pedihnya perpisahan,
Namun imannya berkata: "Inilah jalan yang diberkahi",
Setia mendampingi suami dalam suka dan duka,
Mulia sifatnya, sabarnya jadi teladan sepanjang masa.
 
Ibrahim sang ayah, tegap meski hati teriris,
Menahan rindu, menahan pedih demi Allah yang satu,
Mengajarkan kita: kasih sayang itu milik Tuhan,
Dan mencintai-Nya berarti rela melepaskan segala puja.
 
Sampai akhirnya datanglah pertanda dan rahmat,
Pisau diangkat, diganti domba kurban dari langit,
Ujian selesai, kemenangan iman diraih sudah,
Pengorbanan bukan lagi darah, tapi hati yang suci bersih.
 
Itulah pesan Idul Adha yang harus kita kenang,
Taat kepada Allah, hormat pada orang tua,
Tabah wanita, setia istri yang menemani langkah,
Dan anak yang patuh, cahaya bagi kedua orang tuanya.
 
Maka berkurbanlah wahai saudara seiman,
Bukan semata memberi daging pada yang kekurangan,
Namun kurbanlah sifat sombong, dengki, dan keangkuhan,
Buanglah sifat buruk, sempurnakan ibadah dan keyakinan.
 
Semoga kita ikut jejak Ibrahim dan Ismail,
Berketakwaan tinggi, penuh syukur dan kasih sayang,
Menjadi umat yang teguh, setia, dan patuh perintah,
Hingga selamat dunia akhirat, diraih bahagia abadi.

Karya penulis : Riga Irawan Toni 
© Copyright 2022 - gajah putih News.com