|
Mahasiswa Program Doktor Universitas Syiah Kuala (USK) sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) Sumatera Partai Gerakan Rakyat tersebut mengajak masyarakat menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat nilai keikhlasan, persaudaraan, serta kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, Hari Raya Qurban bukan hanya perayaan keagamaan tahunan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang mendalam tentang pengorbanan, ketulusan, dan kepatuhan kepada Allah SWT sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.
“Idul Adha mengajarkan kita tentang arti pengorbanan, keikhlasan, serta pentingnya berbagi kepada sesama. Momentum ini harus menjadi penguat ukhuwah dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar Saiful.
Selain itu, ia juga mengajak seluruh pengurus dan kader Partai Gerakan Rakyat untuk menjaga kekompakan, saling menghormati, dan meninggalkan perbedaan yang dapat memecah kebersamaan.
Menurutnya, semangat Idul Adha harus mampu menjadi jalan untuk memper-erat hubungan antar sesama dengan mengedepankan nilai fitrah, persaudaraan, dan saling memaafkan.
“Dalam momentum Hari Raya Qurban ini, saya mengajak seluruh pengurus Partai Gerakan Rakyat untuk saling respek satu sama lain, meninggalkan perbedaan, serta meraih kemenangan hati dengan fitrah dan saling memaafkan dalam kebersamaan,” katanya.
Ia menilai, persatuan dan kebersamaan merupakan modal utama dalam membangun organisasi maupun kehidupan sosial di tengah masyarakat. Karena itu, semangat toleransi, gotong royong, dan saling menghargai perlu terus dijaga demi menciptakan suasana yang harmonis.
JM. Saiful juga berharap Hari Raya Idul Adha 1447 H dapat membawa keberkahan, kedamaian, dan memperkuat nilai keimanan serta ketakwaan seluruh umat Islam.
“Semoga momentum Idul Adha tahun ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat kepedulian sosial, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor