Breaking News

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem kembali menegaskan bahwa pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan seperti biasanya.


Banda Aceh
-Gubernur Aceh, Muzakir Manaf alias Mualem kembali menegaskan bahwa pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan seperti biasanya.


Hanya saja, kata Mualem, saat ini pihaknya sedang melakukan sejumlah evaluasi agar program tersebut berjalan lebih tepat sasaran dan tidak merugikan keuangan Aceh. 


“JKA itu macam biasa, cuma kita evaluasi sebentar. Bahwasanya kita tertibkan karena duit kita sudah kurang,” kata Mualem usai silaturahmi bersama para ulama Aceh di Anjong Mon Mata, Meuligoe Gubernur Aceh, Sabtu (9/5/2026). 


Menurut Mualem, evaluasi yang dilakukan pihaknya lebih menyasar pada keakuratan data penerima JKA. Karena selama ini terdapat ketidakjelasan mengenai data warga Aceh yang terlayani oleh JKA. 


Bahkan, kata Mualem, selama ini data orang yang sudah meninggal dunia juga masih masuk dalam tanggungan pembayaran premi JKA.


“Ini mana data orang mati pun enggak tahu, enggak jelas. Ini yang perlu kita evaluasi, jangan asal ambil saja, pasoe lam bheb (masukkan dalam saku),” kata Mualem.


Sebelumnya, di hadapan para ulama Mualem menegaskan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menangguhkan JKA. Namun, karena kondisi keuangan Aceh yang tidak stabil, membuat pihaknya untuk melakukan evaluasi. 


“Pu yang terjadi bak geutanyoe mungken dalam beberapa kurun saat ini, nyan adalah seperti mana tanyoe teupu nyan kon, antara laen lage desas desus JKA.


Bagi kamoe Pemerintah Aceh hana bacut pih untuk ta seumate peng JKA. Jadi abon, abu dan teungku ban mandum, tanyoe jino ka kewalahan.


Dari baroe kon, kureng bacut Rp20 triliun anggaran. Jinoe Rp11 triliun, jadi seteungoh peng yang hana,” 


(Apa yang terjadi saat ini, tidak seperti yang tersebar belakangan ini seperti desas desus JKA.


Bagi kami Pemerintah Aceh tidak bermaksud untuk mematikan uang JKA. Jadi abon, abu, dan teungku semuanya, kita sedang kewalahan.


Dari anggaran Aceh Rp20 triliun. Sekarang tersisa Rp11 triliun, jadi setengah uangnya tidak ada lagi)


“Istilah geutanyoe kheun, tatarek ule ka teuhah ikue, tatarek ikue ka teuhah ule, jadi menan lah,” lanjut Mualem.


#jka #aceh #mualem #beritaaceh #viral

© Copyright 2022 - gajah putih News.com