Nelayan Spearfishing Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Balohan, Kapolres Sabang Pimpin Langsung Operasi Pencarian
MEDIAGAJAHPUTIHNEWS.COM
WILAYAH SABANG (PULAU WEH-ACEH)
REDAKSIGPN-NEWS-DAERAH
GPN NEWS || 12 April 2026 || SABANG-ACEH — Peristiwa duka menyelimuti warga pesisir di Kota Sabang. Seorang pria bernama Hendra (43), warga Jurong Blang Tunong, Gampong Balohan, Kecamatan Sukajaya, dilaporkan hilang saat melakukan aktivitas spearfishing (menembak ikan) dan akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Sabtu (11/4/2026) malam.
Korban yang diketahui berprofesi sebagai wiraswasta itu berpamitan kepada keluarga sekitar pukul 09.00 WIB untuk mencari ikan di perairan sekitar Pelabuhan Balohan. Namun hingga siang hari, korban tidak kunjung kembali ke rumah.
Kekhawatiran keluarga mulai meningkat ketika anak korban, M. Furqan (16), melakukan pengecekan ke lokasi sekitar pukul 14.00 WIB. Ia mendapati sepeda motor milik ayahnya masih terparkir di area dermaga kapal cepat, sementara korban tidak ditemukan di lokasi.
Pencarian awal dilakukan oleh pihak keluarga bersama warga sekitar sejak pukul 15.00 WIB, namun hingga pukul 17.30 WIB korban belum ditemukan. Selanjutnya, kakak korban, Agustina (53), melaporkan kejadian tersebut kepada Panglima Laot Gampong Balohan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Panglima Laot bersama nelayan setempat segera melakukan pencarian dengan menggunakan perahu di sekitar perairan Balohan. Karena upaya tersebut belum membuahkan hasil, laporan diteruskan kepada Tim SAR Kota Sabang.
Sekitar pukul 20.00 WIB, Tim SAR mulai melakukan operasi pencarian dengan metode penyelaman di lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Setengah jam kemudian, masyarakat menemukan senjata spearfishing milik korban di tepi pantai dekat dermaga kapal lambat, yang semakin menguatkan dugaan terjadinya kecelakaan saat menyelam.
Untuk mempercepat pencarian, turut dilibatkan nelayan dari Gampong Keuneukai yang menggunakan kompresor dan memiliki keahlian dalam membaca arus laut serta karakteristik perairan setempat.
Setelah pencarian intensif selama beberapa jam, korban akhirnya ditemukan pada pukul 23.30 WIB di dasar laut dengan kedalaman sekitar 20 meter dalam kondisi tidak bernyawa. Proses evakuasi segera dilakukan, dan jenazah korban dibawa ke rumah duka.
Operasi pencarian dan evakuasi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Sabang, AKBP Sukoco, S.St., M.M., M.Mar., M.Tr.Sou., M.Han, didampingi Wakapolres Sabang, Kompol Teuku Muhammad, S.H, Kapolsek Sukajaya, Iptu Samsuri, serta Danpolsubsektor Balohan, Iptu Zulkifli. Kegiatan ini juga melibatkan personel piket Polres Sabang, Polsek Sukajaya, Tim SAR, Panglima Laot, serta masyarakat setempat.
Analisis Sementara
Berdasarkan hasil pengumpulan keterangan dari keluarga dan saksi-saksi, korban diduga kuat mengalami kecelakaan saat melakukan aktivitas spearfishing seorang diri. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya alat menembak ikan milik korban di sekitar lokasi kejadian.
Pihak keluarga, termasuk istri korban Rohani (40), telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan tidak bersedia dilakukan visum terhadap jenazah.
Imbauan dan Rekomendasi
Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi aparat dan masyarakat pesisir. Diharapkan ke depan, masyarakat tidak melakukan aktivitas menyelam atau spearfishing seorang diri tanpa pengamanan yang memadai.
Selain itu, pemerintah gampong bersama Panglima Laot diharapkan dapat meningkatkan sosialisasi terkait keselamatan aktivitas laut, khususnya bagi nelayan tradisional.
Kejadian ini juga menjadi bahan evaluasi bersama dalam upaya mencegah terjadinya kecelakaan laut di wilayah perairan Pelabuhan Balohan dan sekitarnya.
#Reporter GPN Sabang News Oleh Kabiro (MJ Eric Karno)
#Sumber/Photo : Kapolsek Sukajaya
#Rilis/RedaksiDaerah :Gajah putih News.com
Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor