Breaking News

Kapolda Aceh Pimpin Pemusnahan Ladang Ganja di Aceh Besar


GPN NEWS

Kapolda Aceh Pimpin Pemusnahan Ladang Ganja di Aceh Besar

By Redaksi: Gajahputihnews.com
Kamis, 29 April 2026
Editor: Ali Gondrong

KOTA JANTHO — Kapolda Aceh, Marzuki Ali Basyah, turun langsung memimpin pemusnahan ladang ganja hasil temuan Ditresnarkoba Polda Aceh bersama Polres Aceh Besar dalam rangka Operasi Antik Seulawah-2026.

Kegiatan pemusnahan tersebut berlangsung di Desa Lampanah, Kecamatan Seulimum, Kabupaten Aceh Besar, Rabu (29/04/2026).

“Alhamdulillah, hari ini dalam rangka Operasi Antik Seulawah 2026, Ditresnarkoba Polda Aceh bersama gabungan TNI, pemerintah daerah, petani muda milenial Aceh, dan Bhayangkari melaksanakan operasi ladang ganja. 

Dalam operasi ini ditemukan sekitar 20 hektare ladang ganja yang tersebar di beberapa titik, dengan taksiran hasil panen mencapai 50 ton. Namun, yang dimusnahkan hari ini di Lampanah seluas tiga hektare,” ujar Marzuki usai kegiatan.

Ia menjelaskan, keterlibatan petani muda milenial Aceh dalam operasi tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang. Mereka diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan edukasi kepada masyarakat agar beralih dari tanaman ganja ke komoditas produktif seperti kopi, sayur-mayur, dan tanaman bernilai ekonomi lainnya.

Kapolda juga mengharapkan dukungan dan doa dari seluruh pihak agar upaya tersebut berhasil, sehingga masyarakat yang selama ini memanfaatkan lahan di pedalaman untuk menanam ganja dapat beralih ke sektor pertanian yang legal, produktif, dan berkelanjutan.

Marzuki menegaskan, kehadirannya di lokasi bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepemimpinan untuk memastikan setiap upaya penindakan berjalan maksimal, terukur, dan berkelanjutan. 

Hal ini sekaligus menjadi bukti keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran narkotika dari hulu hingga hilir.

“Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkotika, apa pun jenisnya. Ini adalah ancaman nyata bagi masa depan generasi bangsa,” tegasnya.

Jenderal asal Tangse, Pidie, tersebut menambahkan, Aceh ke depan tidak boleh lagi dikenal sebagai daerah penanaman ganja. 

Oleh karena itu, langkah pemusnahan harus diiringi pendekatan preventif melalui edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi alternatif.

Selain penindakan, alumnus Akabri 1991 itu juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen masyarakat dalam memerangi narkotika. Ia mengajak tokoh masyarakat, aparatur desa, hingga generasi muda untuk berani melaporkan jika menemukan indikasi penyalahgunaan atau peredaran narkoba.

“Pemberantasan narkoba bukan hanya tugas Polri, tetapi tanggung jawab bersama. Ketika masyarakat berani bersuara dan peduli, maka ruang gerak pelaku akan semakin sempit,” pungkasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Kombes Pol. Djoko Susilo, Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ira Marzuki, serta para pejabat utama lainnya.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com