Breaking News

Akses Jalan Rusak Hambat Ekonomi dan Keselamatan Warga, Nelayan Pesisir Genting Timur–Genting Barat Harap Perbaikan Segera

Jalan menuju perkampungan genteng barat dan genteng timur saat ini butuh keseriusan dan kepedulian pemerintah kabupaten pidie untuk meningkatkan aktivitas kehidupan masyarakat daerah tersebut sekaligus meningkatkan transportasi dan kemudahan roda ekonomi masyarakat, Minggu (5/5/2026)

Redaksi: Gajahputihnews.com
Minggu, 5 April 2026 - Tayang pukul 11:52 Wib
Liputan: Junaidi Ulka 

Akses Jalan Rusak Hambat Ekonomi dan Keselamatan Warga, Nelayan Pesisir Genting Timur–Genting Barat Harap Perbaikan Segera

PIDIE – Kehidupan masyarakat di Desa Genting Timur dan Genting Barat, Kecamatan Batee, Kabupaten Pidie, yang berada di pesisir Selat Malaka, masih sangat bergantung pada sektor perikanan laut. Berjarak sekitar 100 kilometer dari ibu kota Provinsi Aceh, kedua desa ini menggantungkan denyut ekonomi pada aktivitas melaut yang menjadi rutinitas utama para nelayan.

Kondisi jalan menuju daerah industri perikanan masyarakat 
Para nelayan, yang mayoritas merupakan tulang punggung keluarga, secara konsisten menjaga tradisi kearifan lokal. Salah satunya adalah tidak melaut setiap hari Jumat sebagai bentuk penghormatan terhadap ibadah. Tradisi ini telah menjadi kesepakatan bersama dan dikoordinasikan oleh pawang boat serta panglima laot setempat.

Di luar aktivitas melaut, waktu dimanfaatkan untuk beristirahat serta memperbaiki perlengkapan seperti jaring dan alat pancing guna memastikan kesiapan saat kembali melaut.

Namun di balik potensi kelautan yang besar, masyarakat menghadapi kendala serius pada sektor infrastruktur. Kondisi jalan akses menuju Desa Genting Timur dan Genting Barat dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup parah, sehingga menghambat mobilitas warga, distribusi hasil tangkapan, hingga aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Warga setempat, termasuk dari kawasan Pulau Tukok, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pidie telah meninjau kondisi jalan tersebut dan berencana melakukan perbaikan pada April 2026. 

Meski demikian, masyarakat berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan. Awak media juga mendapat informasi yang sama dari salah seorang warga genteng timur yang enggan menyebutkan namanya kepada Media GPNEWS.

“Kerusakan jalan sangat berdampak bagi kami. Bahkan saat ada warga yang sakit dan harus segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit kabupaten, ada yang meninggal dalam perjalanan. Walaupun itu takdir, kondisi jalan sangat mempengaruhi,” ungkap salah seorang warga kepada media.

Selain itu, kondisi jalan yang rusak membuat kendaraan tidak dapat melaju dengan kecepatan normal. Hal ini semakin memperlambat akses transportasi, baik untuk keperluan darurat maupun distribusi hasil laut.

Masyarakat menilai perbaikan infrastruktur jalan merupakan kebutuhan mendesak yang tidak hanya berdampak pada kelancaran aktivitas ekonomi, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa. Mereka berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera merealisasikan pengaspalan jalan tersebut sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Perbaikan akses jalan diyakini akan membuka keterisolasian wilayah, memperlancar konektivitas perdagangan, serta menjadi langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat nelayan di Genting Timur dan Genting Barat.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com