![]() |
Redaksi: GPNEWS Ahad, 8 Maret 2026 |
Perempuan di Akhir Zaman: Antara Ujian Dunia dan Peringatan Syariat
Fenomena perubahan perilaku manusia menjelang akhir zaman telah banyak diingatkan dalam ajaran Islam. Di antara yang sering menjadi pembahasan para ulama adalah kondisi sebagian perempuan yang mulai menjauh dari nilai-nilai syariat. Hal ini bukan untuk menyalahkan perempuan secara umum, melainkan sebagai peringatan agar kaum muslimin dan muslimat kembali menjaga akhlak serta ketakwaan kepada Allah.
Al-Qur’an menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah ujian bagi manusia, termasuk dalam hubungan rumah tangga. Allah berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka…” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini menunjukkan bahwa suami dan istri sama-sama memiliki tanggung jawab menjaga diri dan keluarganya agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah.
Fenomena Perempuan di Akhir Zaman
Dalam beberapa riwayat hadits disebutkan bahwa di akhir zaman akan muncul perempuan yang “berpakaian tetapi telanjang”, yaitu mengenakan pakaian yang ketat, tipis, atau terbuka sehingga tidak menutup aurat secara sempurna. Mereka juga digambarkan berjalan dengan gaya yang menarik perhatian dan berhias secara berlebihan (tabarruj).
Allah telah mengingatkan tentang larangan tabarruj dalam Al-Qur’an:
“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah berhias serta bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Tabarruj yang dimaksud adalah memperlihatkan perhiasan, kecantikan, atau aurat kepada orang yang bukan mahram sehingga dapat menimbulkan fitnah di tengah masyarakat.
Perilaku terhadap Suami dalam Rumah Tangga
Dalam kehidupan keluarga, Islam menekankan pentingnya keharmonisan antara suami dan istri. Namun pada sebagian kondisi di akhir zaman, muncul perilaku yang bertentangan dengan nilai tersebut, di antaranya:
1. Kurangnya Keta’atan kepada Suami
Sebagian istri tidak lagi menaati suami dalam perkara yang sesuai dengan syariat. Padahal Al-Qur’an menyebutkan:
“Maka perempuan-perempuan yang saleh adalah yang taat (kepada Allah) dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada.” (QS. An-Nisa: 34)
Ketaatan yang dimaksud bukanlah ketaatan mutlak, tetapi dalam hal yang tidak bertentangan dengan ajaran agama.
2. Lebih Menuntut Materi
Dalam sebagian kasus, rumah tangga lebih diukur dengan harta dan kemewahan. Bahkan ada yang merasa lebih tinggi karena memiliki kekayaan atau penghasilan lebih besar dari suami.
Padahal Allah mengingatkan bahwa kehidupan dunia hanyalah kesenangan sementara:
“Ketahuilah bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, dan saling berbangga di antara kamu…” (QS. Al-Hadid: 20)
3. Kurangnya Sikap Hormat kepada Suami
Sikap meremehkan, membantah secara berlebihan, atau tidak menjaga adab terhadap suami dapat merusak keharmonisan keluarga.
4. Perilaku yang Tidak Menyenangkan
Pertengkaran, perdebatan tanpa adab, atau sikap yang tidak menenangkan pasangan menjadi salah satu ujian dalam rumah tangga pada masa akhir zaman.
5. Bersuara lebih besar kepada suami dan anak - anak
Fitnah Perempuan sebagai Ujian Besar
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa fitnah terbesar bagi laki-laki adalah perempuan. Fitnah di sini berarti ujian yang dapat menggoyahkan iman apabila tidak dijaga dengan baik.
Pada masa kini, perkembangan teknologi dan media sosial juga dapat menjadi sarana munculnya berbagai bentuk tabarruj baru, seperti menampilkan diri secara berlebihan, mencari perhatian, atau menghabiskan waktu hingga larut malam tanpa memperhatikan tanggung jawab keluarga.
Karena itu Allah memerintahkan kaum perempuan untuk menjaga kehormatan dan pandangan:
“Katakanlah kepada perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya, menjaga kemaluannya, dan tidak menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa terlihat.” (QS. An-Nur: 31)
Peringatan dan Introspeksi Diri
Sebagian riwayat menyebutkan bahwa penghuni neraka banyak dari kalangan perempuan. Hal ini bukan berarti semua perempuan demikian, tetapi sebagai peringatan keras agar mereka menjaga akhlak, syukur, dan ketaatan kepada Allah.
Islam justru sangat memuliakan perempuan yang menjaga iman dan akhlaknya. Banyak pula perempuan salehah yang dijanjikan kemuliaan besar di sisi Allah.
Allah berfirman:
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, yang beriman, yang taat, yang jujur, yang sabar… Allah menyediakan bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35)
Penutup
Fenomena perempuan di akhir zaman yang digambarkan dalam berbagai nasihat ulama sejatinya merupakan peringatan moral dan spiritual bagi seluruh umat Islam. Tujuannya bukan untuk menyalahkan satu pihak, tetapi untuk mengingatkan bahwa kehidupan dunia penuh dengan ujian.
Oleh karena itu, setiap muslim dan muslimah hendaknya:
- Menjaga akhlak dan kehormatan diri.
- Menguatkan keimanan serta ketaatan kepada Allah.
- Membangun rumah tangga yang dilandasi kasih sayang dan saling menghormati.
- Menghindari perilaku tabarruj dan gaya hidup yang berlebihan.
Dengan demikian, keluarga muslim dapat tetap berada di jalan yang diridhai Allah dan terhindar dari fitnah akhir zaman.

Social Header
Kontributor