Breaking News

Gagal Lolos Seleksi JPT, Pengamat Rasa Buzzer Gencar Benturkan Gubernur Mualem Vs Sekda Aceh

Polem Muda Ahmad Yani Mantan Ketua Forum Komunikasi Aneuk Bangsa (Forkab) Aceh.

Media GPNEWS 
Ahad, 8 Maret 2026

Gagal Lolos Seleksi JPT, Pengamat Rasa Buzzer Gencar Benturkan Gubernur Mualem Vs Sekda Aceh

​BANDA ACEH – Ketua Forum Komunikasi Perdamaian dan Perjuangan Aceh (FKPPA), Polem Muda Ahmad Yani, angkat bicara terkait derasnya serangan terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir. Polem menilai, rentetan kritik tajam yang dialamatkan kepada Sekda belakangan ini bukan lagi kritik konstruktif, melainkan provokasi bermental buzzer yang bertujuan merusak hubungan harmonis antara Gubernur Mualem dengan Sekda Aceh.

​Motif Sakit Hati Akibat Gagal Seleksi JPT

​Polem mengungkapkan adanya indikasi kuat bahwa serangan sistematis ini dilatarbelakangi oleh kekecewaan pribadi. Berdasarkan penelusuran FKPPA, oknum pengamat yang vokal menyerang tersebut diduga merupakan peserta yang tereliminasi dalam seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama eselon II di Dinas Kesehatan Aceh.

​“Pengamat bermental buzzer ini menggunakan narasi provokasi sebagai pelampiasan politik karena gagal masuk tiga besar dalam seleksi JPT. Sangat disayangkan integritas intelektual kampus dikalahkan oleh rasa sakit hati kepada Sekda selaku Ketua Pansel saat itu,” ujar Polem.

​Klarifikasi Isu Rumah Dhuafa dan JKA

​Menanggapi isu pemangkasan anggaran Rumah Dhuafa dan BPJS/JKA demi menaikkan TPP PNS, Polem menegaskan bahwa tuduhan tersebut adalah fitnah yang tidak berdasar dan bentuk pembusukan politik.

​Soal TPP PNS: Anggaran TPP sebesar Rp1,5 triliun berasal dari dana transfer Pemerintah Pusat, bukan hasil pemotongan dana kesehatan masyarakat.

​Soal JKA: Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA) di bawah koordinasi Gubernur justru berkomitmen penuh mengalokasikan dana JKA. 

Polem justru mempertanyakan mengapa anggaran tersebut tiba-tiba beralih ke pos “Pokir” oleh oknum tertentu di legislatif.

​“Buka saja risalah rapat dan notulensi pembahasan APBA secara transparan. Biar rakyat tahu siapa yang sebenarnya mendominasi intervensi anggaran untuk kepentingan pokir di tengah musibah banjir Aceh ini,” tegasnya.

​Mualem dan Sekda Nasir: Hubungan yang Solid

​Polem mengingatkan publik bahwa M. Nasir adalah kader senior yang telah mendampingi Mualem selama lebih dari 15 tahun, jauh sebelum menjabat di KONI hingga menjadi Sekda Aceh. Upaya membenturkan keduanya dianggap sebagai tindakan yang mengusik kedamaian Aceh dan menghambat realisasi UUPA.

​“Mereka menyerang Sekda karena tidak berani menyerang Mualem secara langsung. Ada aktor intelektual yang diduga menunggangi isu ini, mulai dari tuduhan korupsi dana KONI, pemangkasan JKA, hingga urusan personal nikah siri yang semuanya tidak terbukti, ” tambah Polem.

​Pesan di Bulan Ramadhan

​Menutup pernyataannya, Polem mengajak semua pihak, terutama para pengamat, untuk menjaga etika dan keadilan dalam berpendapat, terlebih di bulan suci Ramadhan.

​“Saya salut kepada Sekda Nasir yang tetap fokus bekerja di bawah instruksi Mualem-Dek Fad tanpa terganggu isu murahan. Pesan saya untuk para pengamat: jangan karena kebencian menyebabkan kalian tidak adil. Bersikap adillah, karena adil itu bagian dari ketakwaan,” tutup Polem Muda Ahmad Yani yang juga Mantan Ketua Forum Komunikasi Aneuk Bangsa (Forkab) Aceh.

© Copyright 2022 - gajah putih News.com