Breaking News

Diduga Penyaluran Bantuan Rumah Tidak Tepat Sasaran, Reje Kampung Belang Delem Disorot Warga


Aceh Tengah
– Penyaluran bantuan rumah hunian bagi masyarakat di Kampung Belang Delem, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah, menuai sorotan dari warga. Hal ini menyusul adanya dugaan ketidaksesuaian data penerima bantuan dengan kondisi di lapangan.


Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat, disebutkan bahwa tidak terdapat rumah warga di Kampung Belang Delem yang mengalami kerusakan akibat bencana. Namun demikian, pemerintah kampung diduga mengajukan sebanyak tujuh unit rumah sebagai penerima bantuan dengan alasan terdampak bencana.


Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah masyarakat. Ia menyebutkan bahwa penerima bantuan diduga memiliki hubungan keluarga dengan pihak tertentu.


“Setahu kami, tidak ada rumah warga yang rusak akibat bencana. Tapi tiba-tiba ada tujuh rumah yang diusulkan menerima bantuan. Bahkan penerimanya diduga masih kerabat,” ujarnya.



Sumber masyarakat yang enggan disebutkan namanya Kepada media ini menjelaskan bahwa ada  7 kepala keluarga yang mendapatkan bantuan Diduga yang di usulkan hanya data saudara nya semua.Terdengar lagi  Reje kampung juga memungut uang Rp500 rb perorangan Yang tidak ada keterangan sama sekali untuk apa peruntukannya .


“Setiap penerima diminta uang Rp500 ribu, tapi tidak jelas itu untuk apa,” tambah narasumber tersebut.


Bantuan bencana senilai Rp 8 juta per kepala keluarga (KK) yang sering dibicarakan baru-baru ini adalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ditujukan khusus untuk korban bencana banjir dan longsor di wilayah Sumatera (Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat) pada akhir 2025 hingga awal 2026. 


Dana bantuan ini disalurkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan BNPB dengan rincian sebagai berikut:Rp 3 juta (Isian Rumah/Perabot): Bantuan untuk membeli kembali perabotan rumah tangga atau isian rumah yang rusak/hilang.

Rp 5 juta (Pemulihan Ekonomi/Stimulan): Bantuan tunai untuk pemberdayaan ekonomi atau stimulus usaha agar korban bisa kembali bekerja dan bangkit.


Tapi lain hal fakta di lapangan banyak data fiktif yang di usulkan oleh pemerintah tingkat desa untuk memperkaya diri dan orang lain yang memang seharusnya tidak perlu di usulkan karena ada juga  masyarakat yang memang kehilangan harta benda masih tidak terdata yang menimbulkan kecemburuan sosial di kalangan masyarakat desa.


Hal lain yang menjadi perhatian warga adalah adanya dugaan salah satu anggota dari Polsek Celala yang turut menerima bantuan rumah hunian, padahal yang bersangkutan disebut tidak memiliki rumah di Kampung Belang Delem.


Sementara itu, warga menyampaikan bahwa dampak bencana yang sebenarnya lebih banyak dirasakan pada sektor pertanian, seperti kebun kopi dan lahan persawahan yang tertimbun longsor. Namun, masyarakat yang mengalami kerugian di sektor tersebut justru belum mendapatkan bantuan.


Atas kondisi ini, masyarakat Kampung Belang Delem berharap kepada pihak berwenang, baik pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum, untuk segera melakukan pemeriksaan dan penelusuran lebih lanjut terhadap dugaan tersebut.


Warga juga meminta agar penyaluran bantuan ke depan dapat dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan(MSR)

© Copyright 2022 - gajah putih News.com