ACEH - Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh (JARA) mendesak pemerintah pusat untuk segera membuka dan mempermudah akses perizinan bagi masuknya bantuan internasional guna mempercepat penanganan darurat bencana yang saat ini melanda sejumlah wilayah di Aceh.
Permintaan ini disampaikan menyusul semakin beratnya kondisi lapangan akibat keterbatasan logistik dan sulitnya akses transportasi menuju daerah terdampak. Selasa (15/12/2025)
Hal ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara JARA, Rizki Maulizar mengatakan Percepatan birokrasi menjadi sangat penting agar bantuan dari luar negeri, baik berupa logistik maupun dukungan operasional, dan dapat segera diterima oleh masyarakat yang masih terisolir.
Kondisi banjir dan longsor khususnya di Aceh sudah berada pada titik yang tidak lagi dapat dijelaskan sebagai bencana biasa.
Data dan fakta di lapangan sangat jelas menunjukkan bahwa tingkat kerusakan kali ini lebih merata dibandingkan dengan bencana Tsunami yang melanda Aceh dan Sri Lanka pada Tahun 2004 silam.
Berbagai sektor pelayanan dasar lumpuh. Ribuan keluarga masih terisolasi, jalan nasional sebahagian besar masih terputus, dan sejumlah infrastruktur vital dilaporkan hancur.
Situasi ini diperparah dengan tertundanya alur distribusi bantuan akibat akses penghubung, jaringan telekomunikasi, dan listrik yang belum pulih.
Melihat urgensi situasi tersebut Jaringan Aspirasi Rakyat Aceh menegaskan perlunya dukungan pemerintah pusat dalam bentuk percepatan izin masuk bantuan internasional, termasuk pesawat pengangkut logistik dan lembaga kemanusiaan global.
Menurutnya, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa keberadaan angkutan udara internasional mampu mempercepat distribusi logistik secara signifikan.
"Kita juga berharap proses administrasi di bandara, pelabuhan, dan titik masuk lainnya dapat disederhanakan tanpa mengabaikan standar keselamatan, sehingga respons kemanusiaan dapat berlangsung lebih efektif dan tepat waktu," Pungkasnya. []
Social Header
Kontributor