Gajahputihnews.com: Meulaboh – Matahari baru saja meninggi ketika Linda Warni (49) sudah bersiap menjalani aktivitas sehari-harinya sebagai juru parkir disalah satu pusat keramaian di Meulaboh. Dengan rompi parkir yang melekat di tubuhnya, ia mengatur kendaraan yang keluar masuk dengan penuh kesabaran. Dari wajahnya yang teduh, tersirat keteguhan seorang ibu yang harus kuat demi empat anaknya di rumah.
Linda tinggal di Perumahan Buda Suci, Aceh Barat, bersama suaminya yang bekerja sebagai tukang becak. Setiap hari mereka berbagi peran untuk memastikan dapur tetap mengepul.
“Kadang hasil becak tidak menentu, jadi saya bantu dengan jaga parkir. Yang penting anak-anak bisa sekolah,” katanya lirih, sambil tetap ramah melayani pengendara.
Tidak jauh dari sana, kehidupan serupa juga dijalani Nursawalni (47). Ia biasa terlihat mengatur parkir di depan salah satu toko sport di kota Meulaboh. Bersama suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan, Nursawalni membesarkan empat anak dalam kondisi sederhana.
“Kami harus pintar-pintar mengatur. Kalau ada rezeki lebih, ya langsung disisihkan untuk biaya sekolah anak,” ujarnya dengan senyum tipis.
Di tengah kerasnya perjuangan hidup itu, hadir uluran tangan dari PT Mifa Bersaudara. Perusahaan tambang batubara yang beroperasi di Aceh Barat ini secara konsisten memberikan bantuan kepada para juru parkir, termasuk Linda dan Nursawalni.Bantuan yang diberikan berupa seragam parkir lengkap dan paket sembako yang dibagikan secara rutin.
Bagi Linda, bantuan itu lebih dari sekadar barang. Ia menyebutnya sebagai penguat semangat.
“Alhamdulillah, dengan adanya sembako dan pakaian parkir dari Mifa, kami merasa lebih diperhatikan. Setidaknya ada kepastian untuk kebutuhan sehari-hari anak-anak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Nursawalni juga merasakan hal serupa. “Setiap paket sembako sangat membantu. Beras, minyak, gula itu kebutuhan pokok yang sering kali memberatkan kami. Dengan adanya bantuan ini, beban sedikit berkurang,” tuturnya.
Kata mereka, melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat sekitar, terutama kelompok yang bekerja di sektor informal.
Kisah Linda Warni dan Nursawalni hanyalah dua potret dari sekian banyak perempuan tangguh yang berjuang di Aceh Barat. Mereka menjadi pilar keluarga, sekaligus inspirasi bagi anak-anaknya. Meski penghasilan terbatas, semangat untuk terus maju tidak pernah padam.
Linda bermimpi suatu hari anak-anaknya bisa menempuh pendidikan tinggi agar tidak lagi merasakan kerasnya kehidupan seperti orang tuanya. Begitu juga Nursawalni, yang selalu menekankan pentingnya sekolah kepada keempat anaknya.
“Kalau ibu bapak boleh pasrah dengan keadaan, tapi anak-anak jangan. Mereka harus punya kehidupan yang lebih baik dari kami,” kata Nursawalni penuh harap.
Bantuan dari PT Mifa Bersaudara mungkin tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan hidup. Namun, perhatian itu mampu menghadirkan senyum di wajah mereka yang sehari-hari berjuang di jalanan.
Bagi Linda dan Nursawalni, seragam parkir bukan sekadar pakaian kerja, melainkan simbol bahwa keberadaan mereka diakui dan dihargai. Sementara paket sembako rutin menjadi pengingat bahwa di tengah keterbatasan, masih ada pihak yang peduli.
Sebagai bentuk konsistensi, PT Mifa Bersaudara kembali menyalurkan bantuan perlengkapan petugas parkir dan paket sembako di halaman salah satu pusat perbelanjaan di pusat Kota Meulaboh, Senin (25/8/2025). Kegiatan itu dihadiri sejumlah juru parkir dan masyarakat setempat, yang menyambut hangat kepedulian perusahaan.
Kisah dua perempuan tangguh ini, ditambah dukungan nyata dari PT Mifa Bersaudara, menjadi bukti bahwa kepedulian sosial bisa menghadirkan harapan dan senyum di tengah keterbatasan.
Social Header