|gajahputihnews.com
Takengon - Lelaki tua itu terduduk lesu di beram Jalan , dalam perjalanan dari kota dingin kabupaten Aceh Tengah ke kota raja,provinsi Aceh Perjuangan,nya di perjalanan yang menantang adrenalin demi sesuap nasi .Selasa (26 Agustus 2025) .
Sore Mobil butut dengan Memakai sebuah helem terikat di leher tempat mengendalikan setir, diparkir dengan posisi agak melebar ke tengah jalan.
Begitu didatangi Mekanik inisial ID, ia terlihat ragu-ragu dan langsung bangkit dari duduknya.
“Jual apa Pak?” tanya Mekanik membuka pembicaraan kepada pria itu.
“Jual Ronsongan. Ini sudah laku lagi,” mau di antar ke Banda Aceh jawabnya setelah beberapa kali ditanya.
Sembari memegang daun telinganya, pria tua itu mengaku bahwa pendengarannya sudah tidak jelas. “Gak dengar,” ujarnya sedikit terbata-bata karena kebisingan dan angin kencang.
Sebotol air minum Mineral terlihat diletakkan di dekat dia duduk tadi. Beberapa saat kemudian, anak yang kemudian mengaku bernama jaki itu meminta izin untuk dudukki Odong yang belum jadi .
“Saya duduk lagi ya,” katanya sembari menggunakan lengan menahan agar bokongnya tak terhempas ke rangka odong-odong mobil yang ada di beram jalan.
“Ini kaki saya sakit, lutut sakit,” imbuhnya kebas sewaktu perjalanan ke Banda aceh sampainya Amat .
Amat yang mengaku sudah berusia berkisar 52 tahun tidak banyak berkata-kata. Dia hanya menjawab seperlunya ketika ditanya. Pengakuannya, dia sudah berjalan untuk mendapat sesuap nasi .Saat ini, hanya dia yang mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.
Sisi hidup perjuangan pencari nafkah dengan tekat yang kuat Deni sesuap nasi.
**By Redaksi GPN**
Social Header