Dugaan Prostitusi Terorganisir di Takengon Terungkap, Libatkan Jaringan hingga Oknum Elite
TAKENGON – Dugaan praktik prostitusi terorganisir di Kabupaten Aceh Tengah mencuat ke publik setelah pengakuan seorang mantan pekerja seks komersial (PSK) berinisial EL dalam wawancara mendalam yang ditayangkan kanal YouTube Keber Gayo. Pengakuan tersebut memicu perhatian masyarakat karena mengungkap adanya jaringan prostitusi yang disebut telah beroperasi secara tersembunyi di sejumlah wilayah di Takengon.
Dalam wawancara yang dipandu host Mas Joe, EL mengaku dirinya masuk ke dunia prostitusi bukan karena pilihan pribadi, melainkan akibat pengaruh lingkungan dan kondisi ekonomi yang memburuk pada masa pandemi Covid-19.
“Bukan memutuskan, tetapi terjebak,” ujar EL dalam wawancara tersebut.
Menurut pengakuannya, perekrutan dilakukan secara sistematis dengan menyasar remaja yang minim pengawasan keluarga. Modus yang digunakan antara lain melalui pergaulan, gaya hidup instan, hingga iming-iming materi dan fasilitas mewah dari pria hidung belang.
EL menyebut praktik tersebut diduga tersebar hampir di seluruh desa di Aceh Tengah dengan beberapa titik kumpul utama yang menampung puluhan perempuan. Ia juga mengungkap adanya pembagian kelas dalam praktik prostitusi tersebut, mulai dari tarif rendah hingga perempuan yang dijadikan “simpanan” oleh kalangan tertentu dengan kompensasi bernilai besar.
Lebih jauh, EL mengklaim pelanggan jasa prostitusi tersebut berasal dari kalangan ekonomi menengah ke atas, termasuk pengusaha, kontraktor, hingga oknum pejabat dan elite politik.
“Partai lokal ada, partai nasional ada,” ungkapnya dalam wawancara itu tanpa menyebut identitas pihak terkait.
Ia juga membeberkan bahwa sistem pemesanan kini dilakukan secara tertutup dan digital, termasuk melalui pengiriman katalog perempuan kepada calon pelanggan tertentu.
Meski telah keluar dari lingkungan tersebut, EL menilai praktik prostitusi di Takengon masih terus berlangsung dan bahkan disebut semakin berkembang karena tingginya permintaan terhadap perempuan usia muda.
Pengakuan tersebut memicu desakan publik agar pemerintah daerah, aparat kepolisian, serta Satpol PP dan Wilayatul Hisbah (WH) Aceh Tengah segera melakukan investigasi menyeluruh terhadap dugaan jaringan prostitusi yang disebut telah lama beroperasi secara terselubung.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian maupun pemerintah daerah Aceh Tengah terkait pengakuan yang disampaikan dalam wawancara tersebut.
Sumber: Diolah dari wawancara kanal YouTube Keber Gayo dan laporan Infonanggroe.com

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor