|" gajahputihnews.com"|Takengon —Komandan Kodim (Dandim) 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, mendampingi Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, beserta rombongan meninjau jembatan sementara di Kampung Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (06/02/2026).


Jembatan sementara tersebut dibangun oleh Satgas Kodim 0106/Aceh Tengah bekerja sama dengan Yonzipur 6/Satya Digdaya sebagai langkah tanggap darurat pascabencana, guna memulihkan akses transportasi masyarakat yang sempat terputus.


Peninjauan dilakukan untuk memastikan kondisi jembatan berfungsi dengan baik, aman dilalui, serta layak digunakan sebagai akses vital penunjang aktivitas dan perekonomian warga setempat.


Danrem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran mengatakan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat merupakan bentuk nyata kepedulian dan tanggung jawab dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat, khususnya dalam pemulihan infrastruktur pascabencana.


“Jembatan sementara ini memiliki peran strategis sebagai penghubung aktivitas warga. Kami ingin memastikan konstruksinya aman dan dapat digunakan dengan baik sambil menunggu pembangunan jembatan permanen oleh pemerintah daerah,” ujar Kolonel Ali Imran.


Ia juga menegaskan bahwa TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait dalam percepatan pemulihan infrastruktur demi mendukung kelancaran aktivitas sosial dan roda perekonomian masyarakat.


Sementara itu, Dandim 0106/Aceh Tengah Letkol Inf Raden Herman Sasmita menyampaikan bahwa jajarannya akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan terhadap jembatan sementara tersebut.

“Kodim 0106/Aceh Tengah siap mendukung pengamanan serta perawatan jembatan ini agar tetap layak dan aman digunakan oleh masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati saat melintas serta bersama-sama menjaga fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang lebih lama.


Peninjauan berlangsung lancar dan diakhiri dengan dialog singkat bersama aparat setempat terkait kondisi lapangan serta kebutuhan lanjutan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut.