Gajahputihnews.com: Aceh Barat – Sejumlah nelayan di Aceh Barat yang diwakili oleh Deni menyatakan mosi tidak percaya terhadap Panglima Laot Kabupaten beserta jajaran. Mereka menilai kepemimpinan saat ini gagal menyelesaikan berbagai persoalan nelayan yang telah berlangsung lama dan berlarut-larut.
Dalam pernyataannya, Deni secara tegas meminta agar Panglima Laot Kabupaten mundur dari jabatannya. Ia menilai, permasalahan di lapangan, proses pergantian kepemimpinan selama ini juga dinilai tidak transparan dan cenderung diatur secara sistematis oleh oknum tertentu.
“Seharusnya ada proses regenerasi yang sehat, bukan pola dinasti yang tertutup. Ini bukan soal jabatan semata, tapi masa depan nelayan yang terus terabaikan,” ujar Deni, Rabu (31/7)
Lebih lanjut, Deni juga menyoroti berbagai polemik di lapangan yang mencoreng wibawa lembaga adat laut tersebut. Ia menyebut kepemimpinan Panglima Laot saat ini kerap menimbulkan kontroversi dan ketidakpuasan di kalangan nelayan.
Salah satu temuan yang menjadi sorotan adalah dugaan kejanggalan administratif di wilayah Lhok Panggong. Deni menyebut, meskipun SK Panglima Laot di sana bersifat definitif, proses pemilihannya dilakukan secara aklamasi tanpa memenuhi ketentuan regulasi lembaga.
“Kami memiliki bukti bahwa proses itu tidak sesuai prosedur. Ini menunjukkan lemahnya tata kelola dan pengawasan dalam tubuh lembaga Panglima Laot,” tambahnya.
Para nelayan berharap agar ada evaluasi menyeluruh terhadap struktur dan kepemimpinan Panglima Laot Kabupaten, termasuk pembenahan dalam sistem administrasi dan mekanisme pemilihan pemimpin adat laut. Mereka juga mendesak pemerintah daerah dan lembaga terkait untuk turun tangan dan mengawal proses reformasi di tubuh lembaga adat tersebut.

Social Header
Berita
Cari Blog Ini
Laporkan Penyalahgunaan
Kontributor